Rabu, 17/06/2026 12:56 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menilai kegiatan nonton bersama (nobar) Piala Dunia 2026 tidak hanya menjadi sarana hiburan dan mempererat kebersamaan masyarakat, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut dia, tingginya antusiasme masyarakat terhadap ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut dapat dimanfaatkan sebagai momentum untuk menggerakkan aktivitas ekonomi berbasis komunitas di berbagai daerah.
PPATK Minta Tanbahan Anggaran Rp516,4 Miliar untuk Tahun 2027
Optimalkan Pemberantasan TPPU, PPATK Usul Tambahan Anggaran Rp516,4 M
Polri Ajukan Tambahan Anggaran Sebesar Rp66,1 Triliun untuk 2027
“Piala Dunia bukan hanya tentang olahraga, tetapi juga tentang bagaimana sebuah momentum besar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Ada peluang ekonomi yang bisa tumbuh ketika masyarakat berkumpul dan beraktivitas bersama,” kata Lamhot dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (17/6).
Pernyataan itu disampaikan menyusul kegiatan nobar pertandingan Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Tanjung Verde yang diselenggarakan Relawan Lamhot Sinaga (Relasi) di RM Sederhana, Pagururan, Sumatera Utara, Selasa (16/6). Kegiatan tersebut dihadiri ratusan warga yang memadati lokasi acara.
Lamhot menjelaskan, berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi publik mampu menciptakan efek berganda terhadap perekonomian daerah. Selain meningkatkan penjualan makanan dan minuman, kegiatan semacam itu juga membuka peluang bagi perdagangan produk masyarakat serta pengembangan ekonomi kreatif.
“UMKM menjadi salah satu sektor yang bisa merasakan manfaat dari momentum seperti ini. Perputaran ekonomi tidak hanya terjadi di pusat kegiatan, tetapi juga dapat menyebar ke lingkungan sekitar,” ujarnya.
Politikus Golkar itu menambahkan, pengalaman dari berbagai kegiatan olahraga internasional menunjukkan bahwa tingginya mobilitas masyarakat sering kali menghadirkan peluang usaha baru apabila dikelola secara optimal oleh komunitas setempat.
Lamhot juga memberikan apresiasi kepada TVRI sebagai lembaga penyiaran publik yang menayangkan pertandingan Piala Dunia 2026 sehingga masyarakat di berbagai daerah dapat menikmati pertandingan secara lebih luas dan merata.
Menurutnya, akses terhadap tayangan olahraga internasional bukan sekadar menghadirkan hiburan, tetapi juga mampu memperkuat interaksi sosial dan mempererat hubungan antarwarga.
“Olahraga memiliki kemampuan menyatukan masyarakat dari berbagai latar belakang. Karena itu, momentum seperti Piala Dunia sebaiknya tidak berhenti sebagai tontonan, tetapi juga menjadi kesempatan menghadirkan manfaat sosial dan ekonomi,” tuturnya.
Ke depan, Lamhot berharap kegiatan-kegiatan berbasis komunitas seperti nobar dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak masyarakat agar menjadi ruang tumbuhnya kreativitas sekaligus penguatan ekonomi lokal.
“Ketika masyarakat bergerak, ekonomi lokal ikut bergerak. Inilah nilai tambah dari sebuah momentum besar seperti Piala Dunia,” pungkasnya.