Rabu, 10/06/2026 19:10 WIB
Ankara, Jurnas.com - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan bahwa rentetan serangan militer yang meluncur dari Israel ke wilayah Suriah dan Lebanon kini telah berada pada titik yang mengancam keamanan nasional Turki.
Erdogan menegaskan bahwa tindakan agresif tersebut merupakan ancaman nyata bagi stabilitas dunia yang harus segera dihentikan.
Turki, yang merupakan salah satu negara anggota NATO, terus memosisikan diri sebagai pengkritik paling keras atas operasi militer Israel di Iran, Gaza, dan Lebanon.
Ankara menilai Israel sebagai hambatan terbesar dalam mewujudkan perdamaian regional. Sebagai bentuk protes, Turki bahkan telah menghentikan seluruh aktivitas perdagangan dengan Israel dan mendesak pengambilan tindakan hukum di pengadilan internasional.
Qatar hingga Mesir Kecam Serangan Balasan Iran ke Teluk
Trump Ultimatum Iran, Dianggap Terlalu Lama Bernegosiasi
Serangan Udara AS Putus Pasokan Air Rakyat Iran
“Serangan oleh (Perdana Menteri Israel Benjamin) Netanyahu dan jaringan pembunuhnya terhadap Lebanon dan Suriah telah membawa masalah ini ke titik di mana hal itu juga mengancam Turki,” ujar Erdogan dikutip dari Reuters pada Rabu (10/6).
Dalam pidatonya, Erdogan menambahkan bahwa stabilitas keamanan Ankara berkaitan erat dengan situasi kedaulatan di Suriah dan Lebanon.
Selain itu, Erdogan juga menuduh Israel tengah memimpin sebuah upaya terselubung untuk mendestabilisasi negara-negara di Afrika serta kawasan Laut Tengah. Langkah itu dinilai dilakukan dengan cara menyulut api perpecahan di wilayah Siprus yang secara etnis memang terpisah.
“Entitas-entitas kecil ini, yang ambisinya jauh melampaui ukuran mereka, telah naik ke perahu kenakalan Israel, mengambil peran sebagai subkontraktor Zionis, dan mengejar beberapa mimpi kosong di Mediterania Timur,” dia menambahkan.
Erdogan memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak lain agar tidak memperkeruh situasi di jalur laut tersebut, tanpa merinci lebih jauh pihak yang dimaksud.
Dia juga menegaskan bahwa jika hak-hak Turki serta warga Siprus Turki dilanggar di kawasan Mediterania Timur, maka respons yang akan diberikan oleh militer Turki bakal sangat jelas dan sangat kuat.