Minggu, 07/06/2026 21:48 WIB
London, Jurnas.com - Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa (EU) Kaja Kallas mengutuk pembunuhan seorang personel Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) awal pekan ini dan kembali menuntut pertanggungjawaban atas insiden tersebut.
Dalam sebuah pernyataan pada Minggu (7/6), Kallas mengatakan EU mendesak semua pihak untuk sepenuhnya mematuhi ketentuan perjanjian antara Israel dan Hizbullah serta menolak "syarat tambahan apa pun" dari kelompok perlawanan Lebanon tersebut.
Kallas menegaskan bahwa rakyat Lebanon membayar harga kemanusiaan dan sosial-ekonomi yang "berat dan tidak dapat diterima" akibat eskalasi dan serangan udara yang terus berlanjut.
"Uni Eropa menuntut implementasi penuh Resolusi Dewan Keamanan PBB (UNSCR) 1701 yang menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan dan integritas teritorial Lebanon oleh Israel, serta pelucutan senjata kelompok bersenjata non-negara, termasuk Hizbullah," katanya.
UNIFIL Catat 69 Pelanggaran Wilayah Udara Lebanon oleh Israel
PBB Kecam Kematian Anggota Paukan UNIFIL di Lebanon Selatan
Satu Prajurit UNIFIL Kembali Tewas dalam Serangan Mortir di Lebanon Selatan
Kallas juga menegaskan kembali dukungan penuh EU terhadap UNIFIL dan mandatnya.
EU, kata dia, "mengutuk keras semua serangan terhadap personelnya, termasuk pembunuhan seorang personel UNIFIL dalam serangan 4 Juni," yang merupakan penjaga perdamaian ketujuh yang tewas sejak Maret.
"Pembunuhan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran hukum internasional dan harus ditindaklanjuti dengan pertanggungjawaban penuh," kata Kallas.
Sumber: Anadolu
Keyword : Uni EropaPasukan UNIFILLebanon Selatan