Menag Ajak Masyarakat Bangun Kesadaran Ekoteologi Rawat Alam Semesta

Rabu, 27/05/2026 10:16 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar mengajak seluruh lapisan masyarakat membangkitkan kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam semesta melalui implementasi konsep ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari.

Saat ditemui selepas Shalat Idul Adha 1447 Hijriyah di Masjid Istiqlal di Jakarta, Rabu, ia mengatakan ketaatan seorang hamba kepada Tuhan tidak hanya diukur melalui ritual ibadah, melainkan juga harus diwujudkan dalam bentuk tindakan menyehatkan lingkungan.

"Kita menjadi seorang saleh itu bukan hanya diukur ketaatan-ketaatan saja, tetapi ketaatan itu harus diwujudkan dalam bentuk menyehatkan lingkungan. Kita tidak mungkin bisa menjadi sempurna sebagai hamba kalau lingkungan kita itu rusak," ujarnya.

Nasaruddin yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal itu, menjelaskan kapasitas manusia di bumi mengemban dua peran utama, yakni sebagai hamba (abid) sekaligus pemimpin (khalifah), yang mana kedua peran tersebut tidak akan berjalan ideal tanpa adanya dukungan lingkungan alam yang sehat.

Dia juga menekankan pentingnya menjaga tiga dimensi hubungan secara berbanding lurus, yang meliputi hubungan manusia dengan Tuhan (hablum minallah), hubungan sesama manusia (hablum minannas), serta hubungan manusia dengan alam dan makhluk hidup (hablum ma`al makhluqat).

Pesan-pesan lingkungan tersebut merupakan beberapa poin utama dalam khutbah Idul Adha berjudul "Meneguhkan Spirit Qurban, Merawat Alam dan Kemanusiaan" yang disampaikan Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Hamdan Juhannis selaku khatib shalat Idul Adha di Istiqlal.

Gagasan ekoteologi yang disampaikan khatib dinilai relevan agar masyarakat tidak lagi menempatkan alam semesta sebagai objek semata yang bisa dieksploitasi, tetapi juga memperlakukannya sebagai subjek kehidupan.

"Bagaimana kita bisa khusyuk shalat kalau ada banjir? Jadi alam ini jangan hanya dijadikan semacam objek saja, tapi harus dianggap juga sebagai subjek dan sekaligus objek. Karena tanpa alam semesta kita tidak mungkin pernah menjadi manusia yang ideal," kata Menag Nasaruddin Umar.

Ia menambahkan bahwa pihaknya akan memperbanyak salinan naskah khutbah tersebut, karena tak sedikit jajaran menteri dan tokoh masyarakat ingin membaca ulang untuk mempelajarinya sementara salinan sebelumnya dicetak terbatas.

TERKINI
Jusuf Kalla: Idul Adha Momentum Pengorbanan dan Keberdayaan Umat Legislator Nasdem: Dana Otsus Aceh Harus Berlanjut Tanpa Batas Waktu Rupiah Sentuh Rp17.800 per Dolar AS, Purbaya Yakin Masih Aman Tips Masak Daging Kurban agar Tidak Keras saat Dimakan