Jum'at, 22/05/2026 11:34 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan 9 warga negara Indonesia (WNI) peserta flotilla kemanusiaan ke Jalur Gaza yang diculik Israel telah dibebaskan, dan saat ini sudah dalam perjalanan kembali ke tanah air.
"Sembilan Warga Negara Indonesia yang ditangkap oleh militer Israel dalam pencegatan kapal dan penangkapan relawan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 saat ini dalam perjalanan meninggalkan wilayah Israel menuju Istanbul, Turki, dan akan segera melanjutkan perjalanan kembali ke Tanah Air," tulis Kemlu, Kamis (21/5).
Kemlu menyampaikan perkembangan positif ini merupakan buah kerja keras dan koordinasi erat antara Pemerintah Indonesia dengan berbagai pihak yang dilakukan secara intensif sejak menerima laporan pencegatan armada GSF 2.0.
Komunikasi aktif dengan otoritas dan mitra internasional, khususnya Pemerintah Turki, juga ditempuh dalam perjuangan memastikan keselamatan dan pembebasan seluruh WNI yang diculik Israel tersebut.
Indonesia Kutuk Keras Tindakan Tak Manusia Israel tehadap Relawan Flotilla
Lembaga HAM Israel Beberkan Lokasi Penahanan Jurnalis Indonesia
Indonesia Kecam Serangan Israel ke Armada Bantuan Gaza
"Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Turki atas peran aktif dan dukungan penuh dalam memfasilitasi proses pemulangan ini," tulis Kemlu.
Kemlu RI melalui Direktorat Pelindungan WNI telah mengoptimalkan seluruh kanal diplomatik yang tersedia, termasuk melalui KBRI Ankara, KBRI Kairo, KBRI Roma, KBRI Amman, dan KJRI Istanbul, serta menjalin komunikasi aktif dengan otoritas dan mitra internasional terkait guna memastikan keselamatan dan percepatan pembebasan seluruh warga negara Indonesia.
Kemlu juga mengutuk keras tindakan tidak manusia Israel terhadap relawan Global Sumud Flotilla 2.0, termasuk terhadap 9 WNI.
"Pemerintah Indonesia sekali lagi menegaskan kecamannya atas perlakuan tidak manusiawi yang diterima para relawan selama masa penahanan," tulis Kemlu.
Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi.
Pemerintah Indonesia akan terus mengawal proses pemulangan ini hingga seluruh WNI tiba kembali ke tanah air dengan selamat.Kemlu juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto dan seluruh pihak di Indonesia, termasuk Komisi I DPR RI, atas arahan dan dorongan konkret kepada Kemlu RI untuk membebaskan sembilan WNI itu.
Menlu RI juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Indonesia yang senantiasa mendoakan keselamatan para WNI yang ikut serta dalam pelayaran kemanusiaan ke Gaza tersebut."Kami mengucapkan terima kasih juga kepada seluruh warga negara Indonesia yang telah mendoakan keselamatan para saudara-saudara kita yang ditangkap ini, dan terima kasih juga kepada Bapak Presiden Republik Indonesia atas arahannya sehingga proses ini bisa berlangsung dengan lancar".
"Terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Komisi 1 DPR RI, yang terhormat, serta semua pihak yang tidak mungkin kami bisa sebut satu persatu tanpa mengurangi rasa hormat. Semua pihak sudah berupaya sehingga saudara-saudara kita dapat keluar dari wilayah Israel dan kita harap semoga segera kembali ke Indonesia dalam keadaan selamat, sehat dan tidak kurang suatu apapun," tulis Kemlu.Keyword : Kemlu RIPemerintah IndonesiaTindakan IsraelRelawan FlotillaRelawan WNIGlobal Sumud Flotilla