Rabu, 20/05/2026 22:25 WIB
New York, Jurnas.com - Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) memperingatkan bahwa blokade Selat Hormuz yang dilakukan berlarut-larut oleh Iran dapat memicu krisis pangan global yang parah dalam beberapa bulan mendatang.
Pasalnya, Selat Hormuz menyumbang seperlima dari pengiriman minyak global sebelum Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan terhadap Iran, yang kemudian mendorong Teheran untuk secara efektif menutup selat tersebut bagi lalu lintas tanker dan kargo.
Sepertiga dari pasokan pupuk dunia juga melewati selat tersebut sebelum pecahnya perang, dan para pejabat telah memperingatkan bahwa para petani dapat menghadapi kelangkaan selama musim tanam musim panas.
FAO yang berbasis di Roma menyatakan bahwa harus ada perhatian lebih pada rute darat dan laut alternatif, termasuk melintasi Semenanjung Arab menuju Laut Merah. Lembaga ini juga menyerukan kepada negara-negara untuk menghindari pembatasan ekspor pada energi dan pupuk, serta membebaskan bantuan pangan dari pembatasan perdagangan.
Trump Ultimatum Iran: Segera Berdamai atau Hancur Total!
Kesabaran Trump ke Iran Mulai Habis, Desak Selat Hormuz Dibuka
Kunjungan ke UEA, PM India Desak Normalisasi Selat Hormuz
“Sudah waktunya untuk mulai berpikir serius tentang bagaimana meningkatkan kapasitas penyerapan negara-negara, bagaimana meningkatkan ketahanan mereka terhadap hambatan ini,” kata kepala ekonom FAO, Maximo Torero, dikutip dari AFP pada Rabu (20/5).
FAO menambahkan bahwa pemblokiran Hormuz bukanlah gangguan pengiriman sementara, melainkan awal dari guncangan agrifood sistemik. Tak menutup kemungkinan, krisis pangan global sepenuhnya bisa terjadi dalam waktu enam hingga 12 bulan ke depan.
“Guncangan ini berlangsung secara bertahap: energi, pupuk, benih, hasil panen yang lebih rendah, kenaikan harga komoditas, lalu inflasi pangan,” tulis FAO.
Lebih lanjut, FAO merujuk pada indeks harga pangan global yang tercatat telah meningkat selama tiga bulan berturut-turut sejak awal mula terjadinya konflik.
Keyword : Blokade Selat Hormuz Krisis Pangan Global FAO PBB