Trump Ungkap Kesabarannya terhadap Iran Mulai Habis Usai Temui Xi Jinping

Jum'at, 15/05/2026 13:30 WIB

Beijing, Jurnas.com - Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesabarannya terhadap Iran mulai habis setelah ia membahas perang yang memakan biaya besar dan tidak populer tersebut dengan Presiden China Xi Jinping pada Kamis.

Pernyataan ini muncul di tengah laporan penyitaan sebuah kapal oleh personel Iran di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA). Gedung Putih menyatakan bahwa Trump dan Xi sepakat dalam pembicaraan di Beijing mengenai perlunya menjaga jalur pelayaran Selat Hormuz tetap terbuka.

Iran secara efektif menutup jalur air tersebut sebagai respons terhadap serangan AS-Israel yang dimulai pada 28 Februari, yang menyebabkan gangguan pasokan energi global yang belum pernah terjadi sebelumnya. China merupakan sekutu dekat Iran sekaligus pembeli utama minyaknya.

AS sempat menghentikan serangannya ke Iran bulan lalu, namun memulai blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan negara tersebut.

Pembicaraan yang bertujuan untuk mengakhiri konflik terhenti karena Iran menolak menghentikan program nuklirnya atau menyerahkan stok uranium yang diperkaya.

"Saya tidak akan bisa lebih sabar lagi," kata Trump dalam wawancara yang ditayangkan Kamis malam di program "Hannity" Fox News. "Mereka seharusnya membuat kesepakatan."

Mengenai isu krusial tentang simpanan rahasia uranium Iran, Trump mengisyaratkan bahwa AS hanya perlu mengamankan material tersebut demi kepentingan pencitraan.

"Menurut saya itu tidak perlu, kecuali dari sudut pandang hubungan masyarakat," ujar Trump dalam wawancara tersebut.

"Sebenarnya saya merasa lebih baik jika berhasil mendapatkannya. Namun, menurut saya, ini lebih kepada urusan humas daripada hal lainnya."

Dalam insiden terbaru di rute perdagangan tersebut, sebuah kapal kargo India yang membawa ternak dari Afrika ke UEA tenggelam pada hari Rabu di perairan lepas pantai Oman.

India mengecam serangan itu dan menyatakan bahwa seluruh 14 awak kapal telah diselamatkan oleh penjaga pantai Oman. Vanguard, sebuah perusahaan konsultan keamanan maritim Inggris, mengatakan kapal itu diyakini telah dihantam oleh rudal atau drone yang menyebabkan ledakan.

Secara terpisah, lembaga keamanan maritim Inggris UKMTO melaporkan pada hari Kamis bahwa "personel tidak dikenal" telah menaiki kapal yang sedang berlabuh di lepas pantai pelabuhan Fujairah, UEA, dan mengarahkannya menuju Iran.

Sumber: Arabnews

TERKINI
Armada Bantan Gaza Kembali Berlayar Usai Dicegat Israel Takziah ke Desa Petir Dramaga, Tommy Kurniawan Diserbu Warga Hantavirus, Arzeti Bilbina: Tetap Waspada, Bukan Pandemi Baru Trump Ungkap Kesabarannya terhadap Iran Mulai Habis Usai Temui Xi Jinping