Paus Leo Kritik Kenaikan Anggaran Belanja Militer Eropa

Kamis, 14/05/2026 19:35 WIB

Vatican City, Jurnas.com - Pemimpin Tertinggi Umat Katolik, Paus Leo XIV, menyampaikan kecaman keras terhadap tren kenaikan belanja militer di Eropa yang mencapai rekor tertinggi sejak berakhirnya Perang Dingin.

Berbicara di hadapan para mahasiswa Universitas Sapienza di Roma pada Kamis (14/5), Paus menekankan bahwa persenjataan kembali bukanlah bentuk pertahanan, melainkan sebuah pengkhianatan terhadap kepercayaan diplomasi.

Paus menilai dunia saat ini sedang cacat akibat peperangan yang dipicu oleh ambisi kekuasaan dan teknologi, termasu perang yang dimulai oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari lalu.

Menurut data dari Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI), belanja militer di seluruh benua Eropa melonjak sebesar 14 persen pada 2025 menjadi $864 miliar.

Kenaikan drastis ini dipicu oleh perang Rusia-Ukraina yang masih berlangsung serta tekanan kuat dari Presiden AS Donald Trump agar anggota NATO di Eropa meningkatkan anggaran pertahanan mereka hingga mencapai target 5 persen dari PDB.

"Janganlah kita menyebut pertahanan untuk sebuah persenjataan kembali yang justru meningkatkan ketegangan dan ketidakamanan, memiskinkan investasi di bidang pendidikan dan kesehatan, mengkhianati kepercayaan pada diplomasi, serta memperkaya elit yang tidak peduli pada kebaikan bersama," ujar Paus dikutip dari Reuters.

Paus Leo juga memberikan peringatan serius mengenai penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam peperangan. Dia menyoroti konflik di Ukraina, Gaza, Lebanon, dan Iran sebagai contoh nyata dari evolusi yang tidak manusiawi antara perang dan teknologi baru dalam lingkaran pemusnahan.

Paus yang belakangan ini kerap bersitegang dengan Presiden AS Trump terkait kritikannya atas perang Iran, meminta generasi muda untuk tidak menutup diri dalam ideologi dan batas-batas nasional yang sempit.

Di hadapan sekitar 110.000 mahasiswa, Paus kembali menekankan bahwa prioritas kepemimpinan dunia harus dialihkan dari belanja senjata menuju investasi yang lebih mendasar bagi kemanusiaan, seperti kesehatan dan pendidikan, guna mencegah kehancuran yang lebih besar di masa depan.

TERKINI
China Tertarik Beli Minyak AS di Tengah Polemik Selat Hormuz Kanselir Jerman Desak Perombakan Anggaran Uni Eropa demi Pertahanan Kalah Gugatan, Boeing Wajib Bayar Ganti Rugi ke Korban 737 MAX PM Malaysia Geram Norwegia Batalkan Sepihak Pembelian Rudal