Rabu, 06/05/2026 08:01 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kanselir Jerman Friedrich Merz menyatakan kesiapan Berlin untuk berpartisipasi dalam memastikan navigasi yang aman melalui Selat Hormuz, termasuk melalui upaya militer.
Hal tersebut disampaikannya setelah pertemuan dengan Perdana Menteri Portugal Luis Montenegro di Berlin pada Selasa (5/5).
"Dalam kondisi yang tepat, Jerman siap untuk mengambil bagian dalam memastikan kebebasan jalur laut, termasuk melalui cara-cara militer," kata Merz.
Ia juga mengonfirmasi pengerahan kapal Angkatan Laut Jerman ke Laut Mediterania, yang kemudian dapat dikerahkan kembali ke Selat Hormuz.
Pejabat Senior Iran Mengejek Pimpinan AS, Ingatkan Peristiwa Tabas
Iran Berlakukan Mekanisme Izin Transit Baru di Selat Hormuz
AS-Iran Baku Tembak Lagi, Bantah Gencatan Senjata Berakhir
"Kapal pertama Jerman sudah menuju Mediterania timur," ujar Merz.
Ia juga memperbarui seruannya untuk meningkatkan tekanan sanksi terhadap Iran jika negara itu menolak untuk membuka blokade Selat Hormuz.
"Seruan bersama kita adalah agar Iran duduk di meja perundingan, harus berhenti membuang waktu, dan tidak boleh lagi ‘menyandera’ kawasan dan seluruh dunia," kata Merz.
Kanselir Jerman itu juga menuntut penghentian program nuklir Iran dan diakhirinya permusuhan di Timur Tengah.
Di antara tuntutan lain kepada Teheran, Merz menyebutkan penghentian program nuklir militer apa pun dan penghentian permusuhan di kawasan Timur Tengah.
Di lain pihak, Iran telah berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya bersifat damai dan Teheran tidak berniat mengembangkan senjata nuklir.