Jum'at, 01/05/2026 10:57 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Asosiasi Pengemudi Ojek Online (Ojol) Garda Indonesia akan mengerahkan sekitar 1.000 pengemudi dalam peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang digelar di kawasan Monas, Jakarta Pusat pada Jumat, 1 Mei 2026.
Garda Indoensia berharap Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait ojol dengan skema bagi hasil 90:10 alias potongan aplikasi maksimal 10 persen.
Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono mengatakan, potongan aplikasi selama ini sudah diatur dalam Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor Tahun 2019, dan Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) Nomor KP 1001 Tahun 2022.
Di mana potongan aplikasi maksimal adalah 15 persen plus 5 persen. Namun potongan yang 5 persen tersebut seharusnya dikembalikan lagi ke pengemudi ojol.
Prabowo Pastikan Akan Fasilitasi Kebutuhan Daycare untuk Anak Buruh
Hilirisasi, Indonesia Lebih Maju dalam Transformasi Peran SWF Global
Presiden Prabowo Lantik Qodari jadi Kepala Bakom RI
“Justru perusahaan platform memotong jasa aplikasi rekan-rekan ojek online ini hampir 50 persen," kata Igun dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/5).
Igun memandang, May Day sebagai momen strategis bagi Presiden Prabowo, untuk menunjukkan keberpihakan kepada pengemudi ojol. Menurutnya pengemudi ojek daring selama ini menjadi penopang ekonomi digital bagi Indonesia.
“Momentum ini sangat penting. Kami berharap Presiden dapat memberikan kepastian terkait regulasi ojol, terutama mengenai skema bagi hasil yang lebih adil,” ucap Igun.
Menurutnya Perpres 90:10 sangat penting untuk menciptakan keadilan ekonomi, kepastian hukum, serta perlindungan sosial bagi jutaan pengemudi ojek daring di Indonesia.
Garda menegaskan, tuntutan tersebut bukanlah hal baru, perjuangan untuk menurunkan potongan aplikasi menjadi 10 persen telah dilakukan sejak 2019 melalui berbagai aksi dan advokasi.
“Perjuangan ini bukan instan. Kami sudah mengawal isu ini selama bertahun-tahun dengan berbagai pengorbanan,” tegasnya.
Dia juga mengingatkan agar tidak ada pihak lain yang mengklaim perjuangan tersebut tanpa terlibat sejak awal. Menurutnya, Garda memiliki rekam jejak yang jelas dan konsisten dalam memperjuangkan hak-hak pengemudi ojol.
Dalam aksi May Day yang diperkirakan akan dihadiri lebih dari 1.000 ojol, Garda berharap Presiden dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengumumkan atau setidaknya memberikan perkembangan konkret terkait Perpres ojol yang menjadi tuntutan.
Garda menilai regulasi tersebut tidak hanya penting bagi pengemudi, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk menjaga keseimbangan ekosistem ekonomi digital. Selain itu, regulasi tersebut Igun nilai dapat meningkatkan daya beli pekerja, serta memastikan distribusi keuntungan yang lebih adil antara platform dan mitra pengemudi.
Igun berharap peringatan May Day 2026 menjadi titik balik perjuangan ojol di Indonesia menuju kepastian hukum dan keadilan ekonomi. Di sisi lain, pada momen peringatan May Day 2026 besok, Igun tidak mengeluarkan imbauan bagi pengemudi ojol untuk mematikan aplikasi alias offbeat.
"Gerakan offbeat tidak ada. Alasanya mengingat besok tanggal merah hari libur, aktivitas masyarakat tidak terlalu signifikan sehingga rekan-rekan ojek online kami yakin banyak yang akan menghadiri kegiatan Hari Buruh Inteenasional di Monas," tutupnya.