Di Kampus UMS, Eddy Soeparno Ajak Kampus Kolaborasi Transisi Energi

Rabu, 29/04/2026 10:47 WIB

Surakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua MPR meneruskan rangkaian agenda MPR Goes to Campus ke seluruh Indonesia. Kali ini giliran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi kampus ke-49 dalam rangkaian acara MPR Goes to Campus yang telah dilaksanakan selama hampir 15 bulan.

Di hadapan Rektor dan jajarannya serta 800 lebih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta, Eddy Soeparno menegaskan bahwa krisis iklim merupakan realitas global yang harus segera ditangani dan ia dengan tegas menolak anggapan bahwa krisis iklim adalah isu yang dilebih-lebihkan.

“Dampak krisis iklim bersifat disruptif dan setara dengan disrupsi akibat pandemi, perkembangan kecerdasan buatan, serta dinamika geopolitik global,” ujar Eddy.

Ia memaparkan suhu global telah meningkat lebih dari 1,5 derajat Celsius dibandingkan era pra-industri, yang berdampak langsung pada berbagai wilayah termasuk Indonesia.

“Di dalam negeri, fenomena seperti suhu ekstrem, polusi udara, deforestasi, serta bencana alam seperti banjir dan longsor menjadi indikator nyata degradasi ekologis,” ungkapnya.

Selain itu, Eddy juga mengungkap masalah lingkungan lainnya yakni persoalan serius terkait sampah dengan produksi mencapai 56 juta ton per tahun, yang sebagian besar belum terkelola secara optimal.

“Darurat sampah sudah melahirkan banyak bencana seperti Bantargebang, Bandung sampai di Denpasar. Sebagai solusi, pemerintah dan saya juga terlibat dalam pembahasan di dalamnya mendorong implementasi kebijakan waste to energy melalui Perpres 109 Tahun 2025 untuk mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi,” tegasnya.

Berkaitan dengan transisi energi,Eddy menjelaskan Indonesia memiliki potensi besar energi terbarukan, namun pemanfaatannya masih jauh dari optimal dibandingkan kapasitas yang tersedia. Lebih lanjut, ia mengungkap adanya paradoks energi di Indonesia, yaitu kaya sumber daya energi namun masih bergantung pada impor untuk kebutuhan tertentu.

“Saya sampaikan paradoks energi ini ke kampus-kampus dengan harapan dan ajakan ayo kolaborasi kita hadirkan riset dan inovasi untuk memaksimalkan potensi sumber daya energi terbarukan di Indonesia yang berlimpah. Dari riset dan inovasi itu kemudian akan kami perjuangkan agar menjadi kebijakan untuk memperbesar bauran energi terbarukan kita,”

“Saya percaya dari kampus akan hasil produk-produk riset yang ilmiah dan inovatif untuk kemudian diteruskan menjadi kebijakan yang terukur dan memberi dampak positif untuk masyarakat. Karena bagi saya MPR adalah rumah rakyat sekaligus rumah kolaborasi untuk semua,” tutup Anggota Komisi XII DPR RI ini.

TERKINI
Polisi Hentikan Perkara Haksono Santoso, Ini Penjelasan Kuasa Hukum KPK Dalami Pengondisian Outsourcing oleh PT RNB di Pekalongan KPK Apresiasi Putusan MK: Meminimalkan Benturan Kepentingan Perkuat Transformasi Transmigrasi, Kemetrans Siapkan 1400 Peserta TEP 2026