Rabu, 29/04/2026 19:45 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, meminta pemerintah memberikan santunan yang layak kepada keluarga Nurlela, guru yang menjadi korban dalam kecelakaan tabrakan kereta di kawasan Bekasi Timur, Senin (27/4).
Hetifah menegaskan, negara perlu hadir memberikan penghormatan atas pengabdian almarhumah sebagai tenaga pendidik.
Desakan Mundur Dirut KAI Usai Insiden Bekasi Terlalu Prematur
DPR Minta Pengawasan dan Penindakan Diperketat di Perlintasan Sebidang
BP BUMN Pastikan Penanganan dan Santunan Bagi Korban di Bekasi Timur
“Saya mendorong pemerintah pusat maupun daerah memberikan insentif khusus, santunan yang layak, serta perlindungan maksimal kepada keluarga almarhumah. Ini penting sebagai bentuk penghormatan negara kepada guru yang telah mengabdikan hidupnya untuk pendidikan,” ujar Hetifah dalam keterangannya, Rabu (29/4).
Diketahui, Nurlela merupakan guru di SDN Pejagan 11, Pulogebang, Jakarta Timur. Ia juga baru menyelesaikan pendidikan magister sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas diri sebagai pendidik.
Menurut Hetifah, dedikasi tersebut patut dihargai oleh negara, tidak hanya dalam bentuk santunan, tetapi juga penghormatan yang layak atas jasa-jasanya di dunia pendidikan.
“Pengabdian dan jerih payah almarhumah harus dihargai. Negara wajib memberikan perhatian yang layak,” katanya.
Selain itu, Hetifah juga mendorong pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem transportasi publik, khususnya terkait aspek keselamatan.
Ia menekankan bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama bagi seluruh penyelenggara transportasi.
“Tragedi ini harus menjadi pembelajaran besar. Sistem keselamatan wajib diperkuat agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi,” tegasnya.