Selasa, 28/04/2026 11:43 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden RI Prabowo Subianto menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk memperbaiki 1.800 titik perlintasan kereta api di Pulau Jawa dan membangun flyover guna meningkatkan keselamatan transportasi publik.
Langkah ini disampaikan Prabowo usai meninjau kondisi puluhan korban kecelakaan kereta api yang tengah dirawat di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Selasa, 28 April 2026.
"Kita perhitungkan sekitar hampir Rp4 T ya, Rp4 triliun, demi keselamatan," kata Prabowo.
Prabowo menjelaskan bahwa ribuan titik perlintasan tersebut merupakan warisan infrastruktur sejak zaman Belanda yang sudah puluhan tahun tidak mendapatkan penanganan menyeluruh.
Prabowo Perintahkan Korban Laka Kereta Bekasi Dapat Layanan Terbaik
Dugaan Penyebab Kecelakaan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur
Prabowo Pastikan Korban Kecelakaan KA Bekasi Dapat Kompensasi
Menurutnya, langkah ini diambil karena pemerintah menyadari banyak lintasan kereta api yang hingga saat ini tidak memiliki penjagaan, sehingga rawan kecelakaan.
"Saya akan perintahkan segera kita akan perbaiki semua ya lintasan tersebut, apakah dengan dilakukan pos jaga atau dengan flyover ya nanti pelaksanaannya kita tunjuk," ujarnya.
Prabowo kemudian menyampaikan belasungkawa seraya memastikan bahwa pihak berwenang akan segera mengusut tuntas peristiwa nahas tersebut.
"Tentunya kita semua prihatin, kaget, dengan kecelakaan yang telah terjadi. Saya ucapkan belasungkawa atas nama pribadi, atas nama pemda. Kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya bagaimana," ujar Prabowo.
Berdasarkan data terbaru hingga pukul 08.45 WIB, kecelakaan kereta listrik dan kereta api di wilayah Stasiun Bekasi Timur ini mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) memastikan seluruh biaya pengobatan korban luka serta biaya pemakaman korban meninggal dunia akan ditanggung sepenuhnya oleh pihak asuransi dan KAI.
Saat ini, para korban luka telah dievakuasi ke sejumlah fasilitas kesehatan, termasuk RSUD Bekasi, RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi, serta beberapa rumah sakit swasta di wilayah Bekasi.