5 Fakta Menarik RA Kartini yang Jarang Diketahui

Selasa, 21/04/2026 10:17 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Sosok Raden Ajeng Kartini selama ini identik dengan simbol kebaya dan perjuangan emansipasi melalui surat-suratnya.

Namun, di balik narasi populer yang sering kita dengar di bangku sekolah, terdapat lembaran sejarah yang jarang tersentuh oleh perhatian publik.

Sebagai tokoh besar, Kartini memiliki kedalaman karakter yang melampaui zamannya.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut ini lima fakta tersembunyi mengenai RA Kartini yang jarang diketahui

1. Hampir Menempuh Pendidikan di Belanda

Banyak yang belum mengetahui bahwa Kartini sebenarnya telah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi ke Belanda.

Keinginan kuatnya untuk belajar ilmu keguruan hampir terwujud berkat bantuan teman-temannya di Eropa.

Namun, rencana tersebut harus kandas bukan hanya karena restu keluarga, tetapi juga masukan dari tokoh-tokoh pergerakan saat itu yang menyarankan agar Kartini tetap di Indonesia untuk mengajar kaumnya secara langsung, ditambah dengan desakan situasi pernikahan yang telah diatur.

2. Memiliki Kegemaran Memasak dan Menulis Resep

Kartini bukan hanya mahir menggunakan pena untuk berkorespondensi, tetapi juga lihai dalam mengolah bumbu dapur. Ia sangat membanggakan kuliner lokal, terutama masakan khas Jepara.

Dalam beberapa catatan, Kartini diketahui sering memperkenalkan masakan nusantara kepada rekan-rekan Belandanya sebagai diplomasi budaya.

3. Pelopor Industri Kerajinan Ukir Jepara

Dunia internasional mengenal Jepara sebagai pusat ukiran kayu berkat peran strategis Kartini. Di masa hidupnya, Kartini merasa prihatin dengan kondisi ekonomi para perajin ukir di kotanya yang dihargai murah.

Ia kemudian mempromosikan karya-karya perajin tersebut ke luar negeri melalui jaringannya di Belanda.

Berkat promosi Kartini, pesanan ukiran Jepara melonjak, dan ia berhasil mengangkat derajat ekonomi para seniman lokal hingga dikenal secara global.

4. Namanya Diabadikan Sebagai Nama Jalan di Belanda

Penghormatan terhadap pemikiran Kartini ternyata tidak hanya datang dari bangsa Indonesia.

Di Belanda, nama Kartini diabadikan sebagai nama jalan di beberapa kota besar sekaligus, seperti di Amsterdam, Utrecht, Haarlem, dan Venlo.

Hal ini menjadi bukti nyata bahwa pengaruh pemikiran Kartini mengenai kemanusiaan dan kesetaraan memiliki dampak intelektual yang diakui secara internasional, jauh sebelum Indonesia merdeka.

5. Memiliki Hubungan Intelektual dengan Tokoh Penting

Kartini bukan sekadar gadis pinggitan yang mengeluh dalam kesunyian. Ia merupakan intelektual yang terhubung dengan lingkaran elit pemikir pada masanya.

Selain keluarga Abendanon, Kartini juga bersurat dengan Pieter Brooshooft, tokoh Politik Etis, dan Marie Ovink-Soer, seorang feminis Belanda.

Diskusi-diskusi dalam surat tersebut mencakup kritik terhadap kolonialisme, feodalisme, hingga masalah hukum yang menjerat rakyat kecil, membuktikan bahwa wawasannya sangat luas dan tajam.

 

 

TERKINI
Kisah Hidup Kartini, dari Gadis Pingitan hingga Simbol Emansipasi Wanita UU PPRT Harus Jadi Solusi Keadilan Sosial bagi Pekerja Rumah Tangga Setelah 22 Tahun Penantian, DPR Sahkan RUU PPRT Jadi UU Rapat Paripurna DPR Sahkan RUU PSDK Jadi UU