Minggu, 19/04/2026 15:01 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Stroke kini bukan lagi penyakit yang hanya mengintai usia lanjut. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah penderita stroke di kalangan usia muda menunjukkan peningkatan signifikan.
Laporan dari World Stroke Organization menyebutkan bahwa sekitar 1 dari 4 orang di dunia akan mengalami stroke, dan kasus pada usia di bawah 45 tahun meningkat hingga 40 persen dalam dekade terakhir.
Gaya hidup modern yang tidak sehat menjadi penyebab utama meningkatnya risiko stroke di kalangan anak muda. Mulai dari kebiasaan merokok, konsumsi makanan tinggi lemak dan garam, hingga kurangnya aktivitas fisik, menjadi pemicu utama terjadinya penyumbatan atau pecahnya pembuluh darah di otak.
Menghimpun dari berbagai sumber, berikut ini kebiasaan buruk penyebab stroke di usia muda menurut: 1. Merokok Aktif dan PasifMerokok menjadi faktor risiko utama stroke karena zat nikotin dan karbon monoksida merusak dinding pembuluh darah dan meningkatkan tekanan darah.
Rutin Bersepeda Bisa Kurangi Risiko Kanker dan Stroke, Benarkah?
Bolehkah Kentang Dimakan Setiap Hari?
Ini 5 Manfaat Kentang untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
Perokok memiliki kemungkinan dua kali lipat mengalami stroke dibandingkan non-perokok. Bahkan, menjadi perokok pasif juga dapat meningkatkan risiko secara signifikan.
2. Kurang Olahraga dan Gaya Hidup SedenterGaya hidup duduk terlalu lama tanpa aktivitas fisik menyebabkan penurunan aliran darah, obesitas, dan tekanan darah tinggi.
WHO merekomendasikan minimal 150 menit aktivitas fisik sedang per minggu untuk menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah. Sayangnya, banyak anak muda yang menghabiskan waktu di depan layar lebih dari 6 jam per hari.
3. Pola Makan Tinggi Lemak dan GaramMakanan cepat saji yang tinggi garam, gula, dan lemak jenuh menjadi musuh tersembunyi bagi kesehatan otak.
Menurut American Heart Association, konsumsi garam berlebih menyebabkan tekanan darah tinggi yang merupakan pemicu utama stroke iskemik dan hemoragik. Kurangnya asupan serat, buah, dan sayuran juga memperburuk kondisi.
4. Kurang Tidur dan Stres KronisStudi dari Harvard Medical School menunjukkan bahwa tidur kurang dari 6 jam per malam dan stres berkepanjangan dapat meningkatkan risiko stroke. Hormon stres seperti kortisol dapat memicu peradangan dan mempersempit pembuluh darah.
5. Konsumsi AlkoholPenggunaan alkohol berlebihan serta narkotika meningkatkan risiko stroke karena dapat menyebabkan denyut jantung tidak teratur (fibrilasi atrium), peningkatan tekanan darah, hingga pecahnya pembuluh darah otak.