NRC Sebut Gencatan Senjata Lebanon `Momen Harapan` bagi Warga Sipil

Jum'at, 17/04/2026 20:29 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Dewan Pengungsi Norwegia (NRC) mengatakan gencatan senjata di Lebanon merupakan `momen harapan` bagi warga sipil.

Meski demikian, NRC memperingatkan bahwa gencatan senjata ini harus mengarah pada pengakhiran permusukan yang langgeng.

Sekretaris Jenderal Jan Egeland mengatakan bahwa setelah 46 hari kekerasan, gencatan senjata tersebut memberi masyarakat di seluruh Lebanon kesempatan untuk bernapas lega.

Dia mengatakan warga sipil membutuhkan lebih dari sekadar pengurangan kekerasan sementara, dengan mengutip laporan pelanggaran Israel dan peringatan agar warga tidak kembali ke rumah mereka di selatan Sungai Litani.

"Agar gencatan senjata ini bermakna bagi warga sipil, gencatan senjata ini harus mengarah pada penghentian permusuhan yang nyata dan berkelanjutan," kata Egeland.

"Rakyat Lebanon tidak membutuhkan jeda yang rapuh lagi. Mereka membutuhkan gencatan senjata permanen," ujar dia menambahkan.

Diberitakan sebelumnya bahwa Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa Israel dan Lebanon telah menyepakati 10 hari gencatan senjata mulai Kamis (16/4) pukul 21.00 GMT atau Jumat (17/4) pukul 02.00 WIB, menyusul perundingan di Washington.

“Saya baru saja melakukan percakapan yang sangat baik dengan yang terhormat Presiden Joseph Aoun dari Lebanon dan perdana menteri Bibi (Benjamin) Netanyahu dari Israel,” kata Trump dalam sebuah pernyataan.

Menurut Trump, kesepakatan gencatan senjata itu dimaksudkan untuk mencapai perdamaian di antara kedua negara.

Trump mengatakan bahwa ia telah meminta Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine untuk bekerja sama dengan kedua belah pihak menuju perdamaian sejati.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyelesaikan sembilan perang di seluruh dunia, dan ini akan menjadi yang ke-10,” kata Trump.

Kesepakatan gencatan senjata tercapai setelah delegasi Lebanon dan Israel, dengan mediasi AS, melaksanakan pembicaraan di Washington pada Selasa (14/4).

Kelompok pejuang Lebanon, Hizbullah, tidak hadir dalam pertemuan karena menolak langkah tersebut.

TERKINI
NRC Sebut Gencatan Senjata Lebanon `Momen Harapan` bagi Warga Sipil Fellowship Tanoto Foundation Cohort Dibuka, Ini Kriteria dan Jadwalnya PGRI Desak Pemerintah Buka CPNS Guru dan Setop Skema PPPK Myanmar Beri Amnesti untuk 4.335 Tahanan, Termasuk Suu Kyi