Kalah Lawan Bayern, Arbeloa Sebut Keputusan Wasit Tak Masuk Akal

Kamis, 16/04/2026 12:18 WIB

Muenchen, Jurnas.com - Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, meluapkan kekecewaan mendalam usai timnya gagal melaju lebih jauh di Liga Champions setelah kalah dari Bayern Munich di leg kedua, pada Kamis (16/4) dini hari di Allianz Arena.

Ia menilai keputusan wasit yang memberikan kartu merah kepada Eduardo Camavinga menjadi momen krusial yang merusak peluang timnya.

Arbeloa secara tegas menyebut insiden tersebut sebagai keputusan yang tidak masuk akal dan tidak adil, terutama dalam pertandingan sebesar ini.

Menurutnya, momen itu langsung mengubah arah pertandingan dan membuat timnya kehilangan kendali.

“Ikatan pertandingan berakhir saat Camavinga diusir, dan itu adalah sesuatu yang tidak bisa dijelaskan dan tidak adil,” ujar Arbeloa dikutip dari lama resmi Real Madrid pada Kamis.

Ia juga menggambarkan suasana ruang ganti yang dipenuhi emosi setelah pertandingan.

Para pemain, menurutnya, merasa perjuangan mereka di lapangan seolah sia-sia akibat keputusan kontroversial tersebut.

“Ruang ganti sangat terpukul; ada rasa ketidakadilan, kemarahan, dan sakit hati melihat bagaimana usaha, pengorbanan, dan semua yang mereka lakukan di lapangan dirusak oleh keputusan wasit,” kata Arbeloa.

Meski demikian, Arbeloa tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap performa timnya.

“Saya sangat bangga kepada mereka, kepada para suporter, kepada semua yang datang langsung, yang mendukung dari rumah, dan kepada klub ini,” ucapnya.

Dalam hal taktik, Arbeloa menegaskan bahwa ia telah menurunkan komposisi terbaik dengan pendekatan menyerang.

“Saya menurunkan tim terbaik untuk menang. Kami datang ke sini untuk menang, saya tidak ingin bermain aman, saya ingin mencetak gol,” kata Arbeloa.

Namun, ia mengakui bahwa penyelesaian akhir menjadi faktor yang belum maksimal, terutama saat peluang-peluang penting gagal dimanfaatkan dengan baik.

Terkait keputusan wasit, Arbeloa bahkan mempertanyakan pemahaman sang pengadil dalam membaca situasi pertandingan. Ia menilai terdapat kesalahan ganda dalam insiden tersebut.

“Saya pikir itu adalah kesalahan ganda,” ujarnya.

Meski kecewa, Arbeloa tetap menunjukkan sikap tanggung jawab sebagai pelatih. Ia menegaskan bahwa dirinya selalu siap memikul beban atas hasil yang diraih timnya.

“Saya selalu mengatakan bahwa saya bertanggung jawab atas kekalahan, dan saya akan selalu mengambil tanggung jawab untuk hasil seperti ini,” ujarnya.

Menutup pernyataannya, Arbeloa menegaskan bahwa fokusnya kini adalah menyelesaikan sisa musim dengan maksimal, sembari menyerahkan masa depannya kepada keputusan klub.

“Masa depan saya tidak terlalu saya pikirkan, satu-satunya yang saya inginkan adalah Real Madrid menang, siapa pun yang duduk di kursi pelatih,” kata Arbeloa.

TERKINI
Mendikdasmen Salurkan 1.577 IFP untuk Ribuan Sekolah di Sidoarjo Sri Lanka Tangkap Sembilan WN China, Diduga Selundurkan Alat Scam Iran Tawarkan Pembukaan Jalur Alternatif di Selat Hormuz, Ini Syaratnya Panglima Militer Pakistan Tiba di Iran Bawa Pesan Rahasia dari AS