Hizbullah Luncurkan Rudal ke Israel, Sirene Tel Aviv Meraung

Jum'at, 10/04/2026 09:21 WIB

Tel Aviv, Jurnas.com - Militer Israel mengumumkan bahwa Hizbullah meluncurkan rudal ke wilayah Israel pada Jumat (10/4), sehingga memicu sirene serangan udara di sejumlah daerah termasuk Tel Aviv. Kendati demikian, rudal tersebut berhasil dicegat.

Hizbullah sebelumnya menyatakan telah menargetkan infrastruktur militer Israel di Kota Haifa di wilayah utara pada Kamis (9/4) malam. Belum dapat dipastikan terkait pernyataan kelompok bersenjata yang didukung Iran itu merujuk pada serangan yang sama.

Sebagai respons, militer Israel menyatakan telah menyerang sekitar 10 peluncur roket Hizbullah yang digunakan untuk menembaki wilayah Israel utara pada malam hari, sebagaimana laporan Reuters.

Eskalasi ini terjadi sehari setelah Israel melancarkan pemboman paling mematikan dalam perang tersebut terhadap Lebanon pada 8 April, yang menewaskan lebih dari 300 orang.

Serangan juga terjadi menjelang pembicaraan Iran-AS yang dijadwalkan berlangsung di Pakistan, menyusul kesepakatan gencatan senjata dua pekan antara kedua negara.

Di tengah ketegangan yang memuncak, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa dia telah menginstruksikan Israel untuk memulai pembicaraan perdamaian dengan Lebanon, yang akan mencakup agenda pelucutan senjata Hizbullah.

Konflik Israel-Hizbullah kembali memanas sejak kelompok itu mulai menghujani Israel dengan tembakan roket pada 2 Maret. Sejak saat itu, serangan Israel ke Lebanon telah menewaskan sekitar 1.900 orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi, menurut otoritas Lebanon.

Sementara itu, sumber yang mengetahui kondisi internal kelompok tersebut menyebut sedikitnya 400 pejuang Hizbullah telah tewas, di tengah aksi kelompok itu yang terus menghujani Israel dengan ratusan roket dan drone.

TERKINI
Sebagian Masaa Diblokade untuk Menuju ke Depan Gedung DPR RI Puan Tegaskan Komitmen DPR Selesaikan RUU Perampasan Aset Tahun Ini Budi Arie Bicara Pemilu Dipercepat, Begini Respon Ketua DPR Rieke PDIP: Jangan Sampai RUU Perampasan Aset Jadi Alat Abuse of Power