Minggu, 05/04/2026 14:01 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Gunung Api Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara kembali erupsi pada Minggu (5/4) pagi dengan menyemburkan abu vulkanik setinggi 1.600 meter dari atas puncak gunung.
Petugas Pos Gunung Api (PGA) Bambang Sugiono mengatakan bahwa ketinggian kolom abu Gunung Dukono itu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut.
"Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi 166.67 detik," kata Bambang dikutip dari Antara.
Dia mengatakan, saat ini status gunung api setinggi 1.087 meter dari permukaan laut itu berada pada Level II atau Waspada.
Mengenal Asal Usul Penamaan Gunung Dukono di Halmahera
Jangan Keliru, Ini Bedanya Gunung Marapi dan Gunung Merapi
Kemensos Beri Dukungan untuk 4.954 Korban Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki
Masyarakat di sekitar Gunung Dukono dan pengunjung/wisatawan agar tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 kilometer.
"Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap," ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono menyediakan masker, guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan.
Sebelumnya, PGA Dukono juga melaporkan erupsi gunung itu masih terjadi pada Jumat malam dengan ketinggian abu vulkanik setinggi 3.000 meter di atas puncak gunung.
Erupsi Gunung Dukono ini dengan mengeluarkan kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat laut. Erupsi terekam seismogram dengan amplitudo 14 mm dan durasi 158.21 detik.
Keyword : Gunung DukonoErupsi GunungDukono Erupsi