Kamis, 02/04/2026 15:28 WIB
Washington, Jurnas.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan ejekan kepada Presiden Prancis, Emmanuel Macron, dalam video makan siang pribadinya pada Rabu (1/4) kemarin.
Disiarkan dalam kanal YouTube Gedung Putih, Trump juga mengecam sekutu NATO karena tidak bergabung dalam perang melawan Iran yang telah mengguncang Timur Tengah.
"Saya menghubungi Prancis, Macron, yang istrinya memperlakukannya dengan sangat buruk. Masih dalam masa pemulihan setelah dipukul di rahang kanan," ejek Trump dikutip dari AFP pada Kamis (2/4).
Ucapan Trump merujuk pada video berita Mei 2025 yang menunjukkan Brigitte Macron mendorong wajah presiden Prancis dalam perjalanan ke Vietnam, yang kemudian dibantah oleh Macron sebagai bagian dari kampanye disinformasi.
Fasilitasi Doa Bersama untuk Republik, Gedung Putih Tuai Kritik
Usai Kunjungan Trump, China bakal Beli Pesawat dari Amerika Serikat
Trump Sebut AS dan China Sama-sama Tak Ingin Iran Punya Senjata Nuklir
"Dan saya berkata, `Emmanuel, kami sangat ingin mendapat bantuan di Teluk meskipun kami sedang mencetak rekor dalam melumpuhkan orang jahat dan menghancurkan rudal balistik. Kami sangat ingin mendapat bantuan. Jika Anda bisa, bisakah Anda segera mengirimkan kapal`," ujar Trump.
Kemudian, dia menirukan aksen Prancis untuk memberikan jawaban yang diduga diberikan oleh Macron. "`Tidak, tidak, tidak, kita tidak bisa melakukan itu, Donald. Kita bisa melakukan itu setelah perang dimenangkan`," kata Trump meniru Macron.
"Saya bilang, `Tidak, tidak, saya tidak membutuhkan Emmanuel setelah perang dimenangkan`," jawab dia.
Trump juga menyebut NATO sebagai `macan kertas` karena aliansi transatlantik tersebut menolak ajakan AS untuk menyerang Iran. Hal ini dipertegas Menteri Luar Negeri Marco Rubio, yang mengatakan AS bakal meninjau kembali hubungan dengan NATO setelah perang melawan Iran berakhir.