Hemat BBM, PM Australia Minta Rakyat Gunakan Transportasi Umum

Rabu, 01/04/2026 23:10 WIB

Sydney, Jurnas.com - Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, memperingatkan bahwa guncangan ekonomi akibat perang di Timur Tengah akann terasa selama beberapa bulan mendatang.

Oleh karena itu, dalam sebuah pidato yang ditayangkan serentak pada Rabu (1/4), Albanese mengajak rakyatnya untuk mulai memaksimalkan transportasi umum ketika bepergian.

Australia, yang mengimpor sekitar 90 persen bahan bakar, menyaksikan kenaikan harga bensin dan mengalami kekurangan pasokan lokal sebagai akibat dari perang AS-Israel di Iran dan blokade Selat Hormuz.

"Perang di Timur Tengah telah menyebabkan lonjakan harga bensin dan solar terbesar dalam sejarah. Australia bukanlah peserta aktif dalam perang ini. Tetapi semua warga Australia membayar harga yang lebih tinggi karenanya," ujar Albanese dikutip dari Reuters.

"Guncangan ekonomi yang disebabkan oleh perang ini akan kita rasakan selama berbulan-bulan," dia menambahkan.

Albanese juga mendorong warga untuk berkontribusi dalam mengurangi tekanan pada pasokan bahan bakar, seperti tidak menimbun bahan bakar menjelang liburan Paskah, yang dimulai minggu ini.

"Pikirkan orang lain di komunitas Anda, di pedesaan, dan di industri-industri penting. Dan dalam beberapa minggu mendatang, jika Anda dapat beralih menggunakan kereta api, bus, atau trem untuk bekerja, lakukanlah," ujar dia.

Diketahui, pada awal pekan ini, Australia mengumumkan pengurangan separuh pajak cukai bensin dan solar, serta menghapus biaya pengguna jalan berat selama tiga bulan untuk membantu rumah tangga mengatasi lonjakan biaya yang disebabkan oleh perang, dengan biaya sekitar A$2,55 miliar bagi pemerintah.

TERKINI
Kemenhaj: Bayar Dam Harus Aman, Resmi, dan Sesuai Keyakinan Fikih Jemaah Asteroid Sebesar Paus Biru Melintas Dekat Bumi Besok, Senin 18 Mei 2026 Persis Nilai Penguatan Regulasi Sidang Isbat Penting Demi Persatuan Umat LF PBNU Sebut Posisi Hilal Zulhijjah di Seluruh Indonesia di Atas Kriteria