Asteroid Sebesar Paus Biru Melintas Dekat Bumi Besok, Senin 18 Mei 2026

Minggu, 17/05/2026 21:07 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Asteroid raksasa yang baru ditemukan, 2026 JH2, diperkirakan akan melintas sangat dekat dengan Bumi pada Senin (18/5). Batuan luar angkasa tersebut bahkan melaju lebih dekat dibanding sebagian satelit yang mengorbit planet ini.

Asteroid 2026 JH2 pertama kali ditemukan pada 10 Mei lalu oleh astronom di Observatorium Mount Lemmon dekat Tucson, Arizona. Objek langit itu kemudian dikonfirmasi oleh sejumlah observatorium lain di berbagai negara.

Berdasarkan data NASA, asteroid tersebut mengorbit Matahari setiap 3,7 tahun melalui lintasan elips yang membawanya hingga mendekati Jupiter. Kecepatan lajunya mencapai sekitar 20.000 mil per jam atau 32.000 kilometer per jam.

Dikutip dari Live Science, ukuran asteroid 2026 JH2 diperkirakan mencapai 115 kaki atau sekitar 35 meter, setara panjang paus biru, mamalia terbesar di Bumi. Ukuran itu membuatnya sebanding dengan meteor Chelyabinsk yang meledak di atas Rusia pada 2013 dan menjadi salah satu objek luar angkasa terbesar yang memasuki atmosfer Bumi dalam lebih dari satu abad terakhir.

Pada titik terdekatnya, asteroid ini akan melintas sekitar 56.000 mil atau 91.000 kilometer dari permukaan Bumi. Jarak tersebut hanya seperempat dari jarak Bumi ke Bulan dan lebih dekat dibanding beberapa wahana antariksa, termasuk satelit pemburu exoplanet TESS.

Meski demikian, para ilmuwan memastikan tidak ada kemungkinan asteroid tersebut menabrak Bumi. Hingga kini juga belum ada indikasi asteroid itu akan mengancam satelit maupun wahana antariksa yang sedang beroperasi.

Karena masih terbatasnya data pengamatan, para astronom mengakui masih ada sedikit ketidakpastian terkait jarak pastinya saat melintas. Namun, mereka menegaskan probabilitas tumbukan dengan Bumi tetap nol.

Saat mencapai titik terangnya, asteroid 2026 JH2 diperkirakan memiliki magnitudo 11,5 sehingga cukup mudah diamati menggunakan teleskop maupun teropong astronomi. Pengamat langit juga dapat menyaksikan fenomena ini melalui siaran langsung yang disediakan Virtual Telescope Project dari Italia.

Fenomena asteroid sebesar 2026 JH2 yang melintas sedekat ini tergolong sangat langka. Meski batuan luar angkasa berukuran kecil kerap memasuki atmosfer Bumi, objek sebesar ini jarang melintas dalam jarak dekat.

Setelah 2026 JH2, perhatian ilmuwan berikutnya tertuju pada asteroid 99942 Apophis yang dijuluki “God of Chaos”. Asteroid berukuran lebih dari 340 meter itu diperkirakan melintas sekitar 32.000 kilometer dari Bumi pada 13 April 2029 dan berpotensi terlihat dengan mata telanjang.

Meski peluang tumbukannya dengan Bumi saat ini nol, ilmuwan tetap memantau Apophis secara intensif karena lintasannya bisa berubah akibat interaksi gravitasi dengan asteroid lain. Para peneliti bahkan berencana mengirim wahana antariksa untuk mendekati asteroid tersebut saat melintas.

Selain Apophis, asteroid “city killer” 2024 YR4 juga diprediksi melintas dekat Bulan pada 2032 dengan jarak sekitar 21.200 kilometer. Asteroid itu sempat menghebohkan dunia setelah sebelumnya diperkirakan memiliki peluang kecil menabrak Bumi maupun Bulan, sebelum akhirnya dipastikan aman.

Rangkaian lintasan asteroid ini kembali mengingatkan dunia terhadap ancaman potensial benda langit terhadap Bumi. Karena itu, para ilmuwan menilai pemantauan asteroid dan pengembangan teknologi mitigasi menjadi langkah penting untuk menghadapi kemungkinan ancaman di masa depan. (*)

TERKINI
Asteroid Sebesar Paus Biru Melintas Dekat Bumi Besok, Senin 18 Mei 2026 Persis Nilai Penguatan Regulasi Sidang Isbat Penting Demi Persatuan Umat LF PBNU Sebut Posisi Hilal Zulhijjah di Seluruh Indonesia di Atas Kriteria Awal Zulhijah 1447 H Diprediksi Jatuh Besok, 18 Mei 2026