Rabu, 01/04/2026 23:02 WIB
London, Jurnas.com - Inggris akan menyelenggarakan pertemuan 35 negara pada minggu ini, untuk membahas cara membuka kembali Selat Hormuz yang kini dibatasi oleh Iran imbas perang melawan Amerika Serikat dan Israel.
Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, mengatakan Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper akan menjadi tuan rumah diskusi tersebut. Namun, dia tidak menyebutkan dengan rinci hari dan tanggal yang telah dipilih.
"Pertemuan akan menilai semua langkah diplomatik dan politik yang layak yang dapat kita ambil untuk memulihkan kebebasan navigasi, menjamin keselamatan kapal dan pelaut yang terjebak, dan melanjutkan pergerakan komoditas vital," kata Starmer dikutip dari AFP pada Rabu (1/4).
"Setelah pertemuan itu, kami juga akan mengumpulkan para perencana militer kami untuk melihat bagaimana kami dapat mengerahkan kemampuan kami dan membuat selat tersebut dapat diakses dan aman setelah pertempuran berhenti," dia menambahkan.
Militer AS Kembali Cegat Serangan Rudal Iran
Garda Revolusi Iran Pukul Mundur Enam Kapal di Hormuz
Trump Sebt Iran Mulai Serius Bahas Perundingan Damai
Diskusi tersebut akan mencakup negara-negara yang baru-baru ini menandatangani pernyataan siap untuk berkontribusi pada upaya yang tepat untuk memastikan jalur aman melalui Selat Hormuz.
Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Belanda termasuk di antara negara-negara yang telah menandatanganinya.
Diketahui, Iran praktis telah menutup selat vital tersebut sejak serangan AS-Israel yang memulai perang pada 28 Februari, menyebabkan harga minyak dan gas global melonjak.