Senin, 30/03/2026 18:17 WIB
Teheran, Jurnas.com - Iran mengonfirmasi kematian Komandan Angkatan Laut Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Alireza Tangsiri, dalam serangan militer Israel.
Menurut Israel, Tangsiri merupakan sosok yang bertanggung jawab atas pemblokiran Selat Hormuz. Urat nadi distribusi migas global itu hingga kini masih tetap diberlakukan pembatasan.
"Alireza Tangsiri meninggal dunia akibat luka parah dari serangan pekan lalu," demikian pernyataan IRGC, sebagaimana dikutip AFP pada Senin (30/3).
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengumumkan pada 29 Maret bahwa serangan udara Israel menewaskan Tangsiri, dan menggambarkannya sebagai "figur yang bertanggung jawab langsung atas operasi teroris berupa pemasangan ranjau dan pemblokiran Selat Hormuz".
Inggris Siapkan Kapal Perang dan Jet Tempur demi Amankan Selat Hormuz
Trump Yakin Perang Lawan Iran Segera Berakhir
Bank Dunia Peringatkan Pertumbuhan Ekonomi Pasifik Melambat 2,6 Persen
Sejak dimulainya perang yang kini memasuki bulan kedua, Iran telah memberlakukan blokade de facto di jalur air utama tersebut, yang menyebabkan harga energi global meroket.
Pernyataan Garda Nasional menyebutkan bahwa dia sedang mengatur pertahanan pantai ketika terbunuh. "IRGC bersumpah bahwa kami tidak akan berhenti sampai musuh benar-benar dihancurkan," ujar IRGC.
Tangsiri merupakan pejabat tinggi terbaru yang terbunuh oleh serangan Israel. Pada hari pertama perang, Pemimpin Tertinggi Ayatullah Ali Khamenei gugur, lalu menyusul Kepala Keamanan Nasional Ali Larijani tak lama setelahnya.