Arus Balik Kereta Memuncak 24 Maret, KAI Siapkan 20 Perjalanan Tambahan

Minggu, 22/03/2026 21:31 WIB

Jakarta, Jurnas.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 1 Jakarta memproyeksikan puncak arus balik Lebaran 1447 Hijriah terjadi pada Selasa, 24 Maret 2026 atau H+3.

Prediksi ini seiring tren peningkatan pemesanan tiket dan mulai padatnya kedatangan penumpang ke ibu kota sejak H+1 Lebaran.

Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyebut tanggal tersebut sebagai titik tertinggi mobilitas penumpang arus balik.

“Sementara, untuk angka tertinggi di tanggal 24 Maret,” kata Franoto, Minggu (22/3).

Selama periode arus balik 23–29 Maret, KAI memperkirakan rata-rata kedatangan penumpang mencapai sekitar 50 ribu orang per hari. Angka ini merupakan akumulasi dari sejumlah stasiun utama di wilayah Daop 1, seperti Gambir, Pasar Senen, Jatinegara, Bekasi, Cikarang, Karawang hingga Cikampek.

“Total rata-rata per hari sekitar 50 ribu penumpang yang kembali ke wilayah Daop 1 Jakarta,” ujarnya.

Indikasi lonjakan penumpang sudah mulai terlihat. Hingga pukul 09.00 WIB pada Minggu pagi, tercatat 41.663 penumpang tiba di berbagai stasiun wilayah Daop 1. Sementara jumlah penumpang yang berangkat mencapai 41.754 orang, menunjukkan arus masih relatif seimbang di fase awal arus balik.

Untuk mengantisipasi lonjakan pada H+3, KAI menambah kapasitas perjalanan dengan mengoperasikan 20 kereta tambahan. Rinciannya, 13 perjalanan berangkat dari Stasiun Gambir dan tujuh dari Stasiun Pasar Senen. Layanan tambahan ini dijadwalkan berlangsung hingga 1 April 2026.

Selain itu, KAI juga mengingatkan potensi kepadatan di area stasiun, khususnya di titik penjemputan. Masyarakat diimbau tidak menggunakan kendaraan roda empat saat menjemput penumpang di Stasiun Pasar Senen karena keterbatasan kapasitas parkir.

 

 

 

TERKINI
7 Jenis Pakaian yang Dilarang dan Tidak Sah untuk Salat Silsilah Cucu Nabi Muhammad SAW dari Fatimah Az-Zahra Urutan Bulan Hijriah dan Peristiwa Bersejarah di dalamnya 5 Fakta Tersembunyi Masjid Quba yang Jarang Diketahui