Kamis, 19/03/2026 23:23 WIB
Bandung, Jurnas.com - Perayaan Idulfitri menjadi momen yang dinanti umat Muslim di seluruh dunia setelah menjalani Ramadan. Meski memiliki akar yang sama, yakni ibadah, silaturahmi, dan berbagi kebahagiaan, cara setiap negara menyambut Lebaran menghadirkan warna budaya yang berbeda.
Meski dirayakan dengan cara yang beragam, esensi Idulfitri tetap sama di seluruh dunia: mempererat hubungan, berbagi kebahagiaan, dan kembali pada nilai-nilai kemanusiaan.
Dari Timur Tengah hingga Asia, dari Eropa hingga Amerika, Lebaran membuktikan bahwa perbedaan budaya bukan penghalang, melainkan kekayaan yang memperindah perayaan.
Berikut ragam tradisi unik menyambut Lebaran di berbagai negara yang mencerminkan kekayaan budaya global.
Pimpinan DPR Apresiasi Polri, Mudik 2026 Lancar dan Terkendali
Rekayasa Lalin Situasional, Kakorlantas: Arus Balik Lebaran Tetap Lancar
Inilah Keutamaan dan Hikmah Silaturahmi dalam Islam
Di tanah kelahiran Islam, Idulfitri dirayakan tidak hanya dengan ibadah, tetapi juga festival budaya. Setelah salat Id, masyarakat menikmati pertunjukan teater, puisi, musik, hingga tarian. Kunjungan keluarga tetap menjadi inti, namun dibalut suasana meriah layaknya festival nasional.
2. TurkiLebaran di Turki dikenal sebagai Bayram atau Şeker Bayramı (festival gula). Tradisi khasnya adalah mengenakan pakaian baru (bayramlik) dan mencium tangan orang yang lebih tua sebagai bentuk penghormatan. Anak-anak biasanya menerima permen, cokelat, atau uang kecil.
Umat Muslim di China merayakan Idulfitri dengan ziarah ke makam leluhur. Tradisi ini menjadi bentuk penghormatan kepada keluarga dan sejarah, sebelum akhirnya berkumpul menikmati hidangan bersama.
4. Amerika SerikatSebagai negara dengan komunitas Muslim dari berbagai latar belakang, Lebaran di Amerika menjadi perayaan multikultural. Umat Muslim mengenakan pakaian tradisional dari negara asal mereka dan menjaga silaturahmi melalui teknologi—video call hingga media sosial.
Meski minoritas, umat Muslim di Australia mendapat ruang merayakan Lebaran secara terbuka. Festival multikultural digelar, menghadirkan kuliner dan tradisi dari berbagai negara, bahkan melibatkan masyarakat non-Muslim.
6. IndiaSetelah salat Id, keluarga di India berkumpul menikmati siwaiyaan, hidangan bihun manis dengan susu dan kacang. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan dan berbagi kebahagiaan.
7. MalaysiaMirip Indonesia, tradisi “balik kampung” menjadi momen utama. Selain itu, sungkeman kepada orang tua dan pemberian uang kepada anak-anak memperkuat nilai kekeluargaan. Ketupat dan rendang menjadi hidangan wajib.
8. LebanonMasyarakat Lebanon memulai hari dengan ziarah kubur, lalu berkumpul bersama keluarga. Tradisi Eidiyah—memberi uang kepada anak-anak—menjadi simbol kebahagiaan. Kue seperti maamoul dan kaak el Eid turut meramaikan suasana.
9. PakistanPerayaan dimulai sejak malam terakhir Ramadan, dikenal sebagai Chand Raat. Pasar dipenuhi warga yang berbelanja, menghias tangan dengan henna, dan mempersiapkan Lebaran. Hidangan khas seperti sheer khurma menjadi sajian utama.
10. MarokoDi Maroko, Lebaran identik dengan busana tradisional seperti djellaba dan hiasan henna di tangan. Kue khas seperti kaab al ghazal menjadi pelengkap, menghadirkan cita rasa manis dalam perayaan yang penuh warna. (*)
Sumber: Berbagai sumber