Rabu, 18/03/2026 23:51 WIB
Madrid, Jurnas.com - Spanyol berencana memindahkan pasukannya yang ditempatkan di Irak dalam beberapa hari mendatang, lantaran perang Iran melawan gabungan Amerika Serikat dan Israel kian meluas.
Menteri Pertahanan Spanyol, Margarita Robles, mengatakan bahwa sekitar 300 tentara Spanyol bertugas di Irak sebagai bagian dari koalisi melawan ISIS pada 2015, di bawah misi Operasi Inherent Resolve maupun NATO.
Dikutip dari Reuters pada Rabu (28/3), unit pasukan khusus yang terdiri dari 71 tentara telah dipindahkan sementara dari pangkalan mengingat musthil untuk melaksanakan tugas-tugas seperti melatih pasukan antiteror Irak. Namun, Robles tidak menjelaskan lebih lanjut ke mana pasukan itu akan dipindahkan.
Perang AS-Israel di Iran, yang kini memasuki minggu ketiga, dengan cepat menjadi konflik regional yang tidak menunjukkan tanda-tanda penurunan intensitas.
Iran Ancam Serang Kapal Perang AS jika Blokade Berlanjut
Partai Republik Dukung Kebijakan Gedung Putih Perang Lawan Iran
Aktifkan Pertahanan Udara, Iran Klaim AS Kalah di Selat Hormuz
Spanyol mengkritik serangan tersebut dan melarang pesawat AS menggunakan pangkalan yang dioperasikan bersama di Spanyol selatan.
Sekutu NATO lainnya seperti Jerman atau Norwegia juga secara drastis mengurangi kehadiran mereka di kawasan tersebut karena risiko keamanan.
Berlin telah menarik pasukan Bundeswehr dari Lebanon dan Erbil di Irak utara, sementara Oslo mengatakan akan memindahkan sebagian dari sekitar 60 tentara yang mereka miliki di Timur Tengah.
Sementara itu, serangan pesawat tak berawak di Irak utara menewaskan seorang tentara Prancis dan melukai enam lainnya pekan lalu.