Jum'at, 13/03/2026 13:45 WIB
Beijing, Jurnas.com - Kereta api lintas negara yang menghubungkan Korea Utara (Korut) dengan China, akhirnya kembali beroperasi mulai Kamis (12/3) kemarin. Dan pada Jumat (13/3), rangkaian gerbong perdana tiba di Beijing, China, setelah hampir enam tahun dihentikan.
China merupakan mitra dagang terbesar Korut dan sumber dukungan diplomatik, ekonomi, dan politik yang vital bagi negara nuklir yang terisolasi tersebut.
Perjalanan kereta api antara dua negara tetangga di Asia Timur ini dihentikan pada 2020 karena perbatasan yang ketat selama pandemi, tetapi dibuka kembali sejak 12 Maret 2026.
Kereta K28 dari Pyongyang tiba di Beijing pada pukul 08.37 pagi 13 Maret, setelah berangkat dari Pyongyang lebih dari 23 jam sebelumnya.
Korut Resmikan Museum Prajurit Korban Perang Rusia vs Ukraina
Korut Tembakkan Rudal Balistik, Ketegangan Regional Meningkat
IAEA: Korea Utara Capai Kemajuan Signifikan dalam Produksi Senjata Nuklir
Pembukaan kembali jalur kereta api ini menandai akses langka bagi warga asing ke Korea Utara, yang melarang pariwisata kecuali untuk beberapa warga negara Rusia dengan pengaturan terbatas, menurut agen wisata.
Kantor berita Yonhap Korea Selatan juga melaporkan bahwa sebuah kereta api terlihat melintasi Jembatan Persahabatan Sino-Korea di atas Sungai Yalu pada 12 Maret kemarin. Sungai tersebut memisahkan Sinuiju di Korea Utara dari Dandong di timur laut Tiongkok.
Para jurnalis yang berada di kereta K27 dalam perjalanan dari Beijing ke Pyongyang, melaporkan bahwa beberapa gerbong tertentu hanya diperuntukkan bagi penumpang yang bepergian kek Korea Utara.
Gerbong-gerbong itu kemudian disambungkan ke kereta lain di Dandong untuk mengangkutnya melintasi perbatasan ke Sinuiju, demikian menurut keterangan agen wisata kepada AFP.
Di sana, gerbong-gerbong tersebut serta gerbong domestik Korea Utara, disambungkan ke kereta ketiga yang menuju Pyongyang.