Jum'at, 12/06/2026 20:45 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi menerima aspirasi Pemerintah Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, terkait kondisi infrastruktur jalan dan sarana transportasi yang dinilai masih memprihatinkan di sejumlah wilayah transmigrasi dan kawasan pedesaan.
Aspirasi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Katingan, Firdaus, saat bertemu Wamentrans Viva Yoga di Gedung Makarti, Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Dalam pertemuan itu, Firdaus memaparkan berbagai potensi ekonomi yang dimiliki Kabupaten Katingan, mulai dari sektor perkebunan, pertanian hingga perikanan. Komoditas unggulan yang berkembang di wilayah tersebut antara lain kelapa sawit, karet, padi, serta fasilitas pendukung sektor perikanan seperti cold storage dan pabrik es.
Ia juga menyebut daerahnya telah memiliki pabrik penggilingan padi dengan kapasitas mencapai 1,5 ton per jam. Namun di balik potensi tersebut, Firdaus mengungkapkan masih banyak infrastruktur dasar yang kondisinya belum memadai.
Wamentrans Apresiasi DPR Dukung Penguatan Anggaran Kementrans untuk 2027
Kementrans Siapkan Bali jadi Pusat Promosi Kawasan Transmigrasi Indonesia
Kementrans Ajak Tiongkok Kolaborasi Siapkan Salor Papua jadi Sentra Pangan
Berdasarkan dokumentasi yang ditunjukkan dalam presentasi kepada Kementerian Transmigrasi, sejumlah jalan kampung, jalan poros, jembatan, hingga pelabuhan feri mengalami kerusakan dan sulit dilalui, terutama saat musim hujan.
“Hal demikian menyulitkan para guru, tenaga kesehatan, dan masyarakat lainnya saat beraktivitas keseharian,” ujar mantan anggota DPRD dari Fraksi PAN itu.
Dengan terbuka, Wamentrans Viva Yoga menerima aspirasi dari wakil bupati alumni Universitas Muhammadiyah Palangkaraya itu. Disampaikan di Kalimantan Tengah ada beberapa kawasan transmigrasi.
Kawasan itu berada di Belantikan Raya Kabupaten Lamandau, Jelai Kabupaten Sukamara, Lamunti Dadahup Kabupaten Kapuas, Tumbang Jutuh Kabupaten Gunung Mas, dan Arut Selatan serta Kota Waringin Lama Kabupaten Kota Waringin Barat.
Di Katingan menurut Viva Yoga ada satuan pemukiman transmigrasi, eks trans, di Pulau Malan/Tawang Beringin dan Hyang Bana SP-1. “Penempatan transmigrant ada yang di tahun 2007, ada pula di tahun 2011//2012”, ujarnya. ”Di dua satuan pemukiman itu ada 950 kepala keluarga”, tambahnya.
Dikatakan, Kementerian Transmigrasi dalam membangun kawasan transmigrasi juga menggunakan pola atau skema kerja sama atau bersinergi dengan kementerian terkait, BUMN, dan perusahaan swasta di dalam maupun di luar negeri.
Dalam soal infrastruktur, pertanian, dan perikanan, kementerian ini bisa bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Pertanian, maupun Kementerian Kelautan dan Perikanan. “Bahkan bisa bekerja sama dengan pemerintah dan perusahaan dari China”, ungkapnya.
Terkait jalan, jembatan, dan pelabuhan yang belum layak dilintasi di Katingan Kuala, Viva Yoga menyatakan hal demikian akan disinergikan dengan kementerian terkait.
“Meski di Katingan belum ada kawasan transmigrasi maka aspirasi yang ada Kita koordinasikan dengan kementerian terkait”, ujarnya. “Kita dukung berbagai pembangunan untuk kesejahteraan rakyat”, tegasnya.