Jum'at, 06/03/2026 05:30 WIB
Washington, Jurnas.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) memastikan pemerintah akan menambah penerbangan pesawat charter, untuk membawa warga negara AS yang terjebak di tengah konflik Timur Tengah.
Perang antara AS dan Israel melawan Iran menyebabkan penutupan wilayah udara besar-besaran, sekaligus menyetop jalur penerbangan sibuk di kawasan tersebut. Walhasil, ribuan orang terlantar di bandara.
Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengumumkan bahwa penerbangan charter pertama telah berangkat menuju AS. Namun, belum jelas dari negara mana penerbangan itu akan lepas landas.
"Operasi penerbangan charter dan transportasi darat Departemen Luar Negeri sedang berlangsung dan akan terus ditingkatkan dengan penerbangan dan transportasi darat tambahan yang dilakukan hari ini," kata Asisten Menlu AS, Dylan Johnson, dalam sebuah unggahan di X, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Jumat (6/3).
Israel Selidiki Foto Tentara IDF Hancurkan Patung Yesus di Lebanon
Kapal Perusak AS Tembak dan Sita Kapal Iran di Teluk Oman
Gedung Putih Pastikan Wapres AS Bakal Pimpin Perundingan dengan Iran
Johnson mengatakan warga negara AS di Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, Arab Saudi, dan Israel harus mengisi formulir penerimaan informasi krisis untuk menerima informasi tentang penerbangan mendatang dan pilihan transportasi darat.
Dia menambahkan bahwa gugus tugas baru telah membantu lebih dari 10.000 warga Amerika dengan panduan sejak krisis dimulai.
Sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS hanya mengeluarkan peringatan kepada warganya di Israel dan Lebanon ketika ketegangan meningkat. Namun, Iran merespons engan menargetkan misi AS dan infrastruktur sipil di lebih banyak tempat, termasuk di negara-negara Arab Teluk yang merupakan pusat transportasi utama.
Peringatan keamanan AS untuk warga AS di Kuwait, Uni Emirat Arab, Irak, Qatar, dan Bahrain baru dikeluarkan setelah konflik dimulai.