Sabtu, 30/11/2024 19:46 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Sunda Wiwitan adalah sebuah kepercayaan yang telah lama menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Sunda. Kepercayaan ini berakar pada tradisi lokal yang mengedepankan hubungan harmonis antara manusia, alam, dan roh leluhur. Meskipun sering terpinggirkan oleh pengaruh agama-agama besar dan modernitas, Sunda Wiwitan tetap hidup dalam masyarakat tertentu.
Baru-baru ini, istilah Sunda Wiwitan kembali mencuat setelah Dedi Mulyadi, seorang politisi asal Jawa Barat, meraih kemenangan telak dalam Pilgub Jawa Barat versi quick count. Ia dikenal sebagai pemimpin yang mencintai Budaya Sunda. Dedi Mulyadi kerap kali mengenakan pakaian adat Sunda dalam berbagai kesempatan, sebagai bentuk penghargaan terhadap warisan budaya lokal, termasuk Sunda Wiwitan.
Sunda Wiwitan berasal dari kata “Wiwitan” yang berarti "asal mula," dan mencerminkan kepercayaan yang menghubungkan manusia dengan alam dan roh leluhur. Kepercayaan ini mengajarkan bahwa Tuhan, yang disebut Sang Hyang Kersa, adalah pusat dari segala kehidupan, dan manusia harus hidup dalam keseimbangan dengan alam. Dalam pandangan penganutnya, alam bukan hanya sekadar sumber daya, melainkan entitas hidup yang harus dihormati dan dijaga kelestariannya.
Nilai-Nilai Utama dalam Sunda WiwitanSunda Wiwitan mengajarkan beberapa nilai luhur yang masih relevan hingga saat ini:
Gubernur: Mulai Tahun Ini Mahkota Binokasih Diarak Keliling Jabar
Jabar Tetapkan 18 Mei Hari Tatar Sunda, KDM: Sudah Persetujuan Mendagri
Pemprov Jabar Kasih Diskon Pajak Kendaraan 10 Persen saat Lebaran
Harmoni dengan Alam: Kepercayaan ini menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara manusia dan alam. Penganutnya percaya bahwa keharmonisan ini adalah kunci kehidupan yang baik.
Penghormatan terhadap Leluhur: Roh leluhur dianggap sebagai penjaga dan penuntun hidup. Dalam kehidupan sehari-hari, penganut Sunda Wiwitan melakukan upacara dan doa untuk memperoleh bimbingan dan perlindungan.
Prinsip Gotong Royong: Kehidupan yang mengutamakan kebersamaan dan saling membantu, baik dalam pekerjaan sehari-hari maupun dalam menjalankan upacara adat.
Toleransi dan Keberagaman: Sunda Wiwitan juga mengajarkan pentingnya hidup berdampingan dalam keragaman, menghargai setiap keyakinan yang ada dalam masyarakat.
Beberapa upacara adat yang merupakan bagian integral dari kepercayaan Sunda Wiwitan antara lain:
Seren Taun: Upacara tahunan untuk mensyukuri hasil bumi dan menjaga keseimbangan alam. Masyarakat mengadakan doa bersama dan memberi persembahan kepada alam serta leluhur.
Hajat Bumi: Ritual untuk memohon berkah agar hasil bumi tetap melimpah dan tanah tetap subur.
Babarit Desa: Upacara untuk memohon perlindungan bagi desa dari bahaya dan menjaga keselamatan masyarakat.
Sunda Wiwitan dan Peranannya di Era ModernKepercayaan Sunda Wiwitan menghadapi tantangan di era modern, di mana globalisasi dan urbanisasi membawa perubahan dalam cara hidup masyarakat. Namun, keberadaan Sunda Wiwitan tetap penting, terutama dalam menjaga kearifan lokal dan keharmonisan dengan alam. Kesadaran tentang pentingnya melestarikan kepercayaan tradisional ini mulai meningkat, dengan semakin banyaknya pihak yang mendukung pelestarian budaya Sunda Wiwitan, seperti yang diperjuangkan oleh tokoh-tokoh lokal.
Keyword : Sunda WiwitanBudaya SundaDedi Mulyadi