Rabu, 11/02/2026 19:34 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi VII DPR RI Novita Hardini menegaskan pentingnya peran pers yang sehat dan kedaulatan informasi untuk memperkuat demokrasi dan ketahanan bangsa di tengah transformasi global dan percepatan era digital.
“Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat bukanlah sekadar rangkaian kata tanpa makna. Ini adalah manifestasi pertahanan nasional di tengah gempuran ketidakpastian global. Di tahun 2026, kita tidak lagi bicara tentang masa depan digital, melainkan bagaimana kita bertahan dan memimpin di dalamnya,” kata Novita dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu (11/2).
Hal itu disampaikan Novita dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Menurut dia, tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” sebagai refleksi kebutuhan strategis nasional, bukan sekadar slogan.
Dia menjelaskan, perubahan global menuntut kesiapan seluruh elemen bangsa, termasuk sektor pers dan industri informasi. Tanpa pers yang kredibel dan independen, menurutnya, arah demokrasi dapat kehilangan pijakan.
Legislator PKS Apresiasi Polda Kepri Bongkar Judi Online Internasional
Legislator PDIP Dorong Satu Data Indonesia untuk Pangkas Izin Investasi
Legislator Golkar: Penumpukan Beras Bisa Picu Kenaikan Harga
“Tanpa pers yang sehat, demokrasi akan kehilangan kompas. Tanpa ekonomi yang berdaulat, kemandirian hanya jadi angan. Dan tanpa kedaulatan informasi, kekuatan bangsa akan rapuh,” ujarnya.
Ia mengajak pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem informasi yang bertanggung jawab.
Oleh karena itu, dirinya sepakat untuk mendorong penguatan regulasi untuk melindungi kepentingan nasional, sekaligus membuka ruang inovasi media tanpa meninggalkan prinsip jurnalistik.