Kamis, 28/11/2024 18:09 WIB
JAKARTA, Jurnas.com - Perhelatan Pilkada serentak 2024 telah usai, termasuk Pilkada di Darah Khusus Jakarta (DKJ) yang mentodorkan tiga pasang calon, yakni Ridwan Kamil-Suswono (RK-Suswono), Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun), dan Pramono Anung-Rano Karno si Doel (Pram-Doel).
Beberapa lembaga survey telah mengumumkan hasil quick count-nya, dan secara garis besar sudah bisa diprakirakan siapa yang keluar sebagai pemenang dalam kompetisi Pilkada serentak 2024, yakni pasangan nomor urut 3, Pram-Doel.
Ada yang menarik di Pilkada Jakarta 2024 kali ini, yakni ada tiga pasang calon yang maju dan salah satu pasangan calon (paslon) berasal dari jalur independent, Paslon nomor urut 2 Dharma-Kun.
Pasangan ini menarik perhatian karena mampu menjungkirbalikkan hasil survey yang selalu menempatkan mereka di posisi buncit dengan perolehan suara tidak lebih dari 5%.
Harga Solar di AS Tembus Rp114 Ribu per Galon
16 Orang Tewas Akibat Serangan Teroris di Dekat Kantor Polisi
Krisis Selat Hormuz Jadi Gangguan Terburuk Perdagangan Global
“Nyatanya perolehan suara Dharma-Kun berhasil menembus angka dua digit, sehingga menghancurkan semua prediksi lembaga survey,” kata Pengamat Komunikasi Politik Frans Immanuel Saragih di Jakarta, Kamis (28/11/2024).
Menurut Frans, keberhasilan pasangan Dharma - Kun meraih suara sementara di atas 10% merupakan buah dari keberhasilan pasangan tersebut membangun komunikasi politik dengan warga Jakarta.
“Ini hal yang luar biasa bagi calon independent,” ujar Frans.
Dengan Raihan 10% lebih, Dharma-Kun berhasil mematahkan tudingan pencurian data pemilih sah. “Ditambah lagi selama survey sebelum pencoblosan, angka perolehan suaranya di kisaran 3-5%. Ternyata hasilnya nembus di angka 10% lebih. Ini luar biasa,” ungkap Frans.
Menurut Frans, hal yang bisa dipetik dari fenomena ini adalah kemampuan komunikasi Dharma-Kun menarik voters untuk memilihnya.
“Ini juga menunjukkan kemampuan intelektual yang tinggi. Ini pelajaran berharga dalam proses komunikasi politik di Indonesia,” jelas Frans.
“Rakyat pemilih mampu menangkap pesan yang Dharma-Kun sampaikan. Secara prinsip komunikasi paslon ini telah berhasil secara efektif,” tutup Frans.