Rabu, 27/11/2024 23:53 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Koalisi Cek Fakta menyelenggarakan kegiatan Live Fact-Checking Pilkada 2024 dan membongkar laporan hoaks dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini melibatkan jaringan pemeriksa fakta yang tergabung dari setidaknya 40 media di berbagai wilayah di Indonesia.
Kolaborasi ini memantau dan memverifikasi konten di media sosial yang dapat berpotensi mengganggu jalannya proses demokrasi. Tim ini menerima 98 laporan terkait informasi diduga hoaks selama kegiatan berlangsung. Laporan ini masuk dari 18 provinsi di Indonesia.
Adapun povinsi dengan jumlah laporan tertinggi termasuk DKI Jakarta (14), Sumatera Utara (11), Sumatera Barat (11), Jawa Tengah (9), dan Jawa Timur (5).
Provinsi lainnya, Riau (2), Sulawesi Tenggara (1), Sulawesi Utara (5), Sulawesi Selatan (2), Lampung (1), NTB (10), Kepri (1), Papua Pegunungan (1), Aceh (9), Bali (2), Maluku (1), Maluku Utara (1).
Pengamat SDI Perhatikan Banyak Kritik pada Pemerintah Cenderung Hoaks
Waspada Hoaks, PSMP: Anton Timbang Jadi Tersangka Tak Terverifikasi
Perkuat Ideologi Bangsa, Tommy Kurniawan Ajak Pemuda Cegah Informasi Hoaks
TikTok menjadi platform dengan jumlah laporan terbanyak, yaitu 43 laporan, diikuti oleh Facebook (32 laporan) dan Twitter/X (15 laporan). Sementara itu, laporan lainnya berasal dari WhatsApp (4), Instagram (2), dan portal berita (2).
Jumlah Laporan Hoaks yang DiverifikasiDari 98 laporan, sebanyak 77 diidentifikasi sebagai hoaks, sementara 21 laporan lainnya tidak memenuhi kategori hoaks. Hingga penutupan kegiatan live fact-checking, tim berhasil memproduksi 24 laporan yang telah diverifikasi dan dijadikan konten debunking, sedangkan 53 laporan masih dalam proses verifikasi lebih lanjut.
Dari 24 laporan yang sudah dibongkar itu, tim kolaborasi memproduksi 61 konten, termasuk 10 konten untuk media sosial. Konten-konten ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung pada pemahaman masyarakat terkait kebenaran informasi selama Pilkada.
Meningkatkan Kolaborasi Demi Informasi yang AkuratKegiatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemeriksa fakta, media, dan masyarakat dalam memerangi hoaks yang terus berkembang di era digital. Penyebaran informasi yang salah tidak hanya membahayakan proses demokrasi, tetapi juga dapat memicu konflik sosial di masyarakat.
Hasil dari kegiatan Live Fact-Checking ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam menjaga kualitas informasi selama Pilkada 2024. Koalisi Cek Fakta juga mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat umum, untuk berperan aktif dalam
memverifikasi informasi sebelum menyebarkannya.
Koalisi Cek Fakta terdiri dari Aliansi Jurnalis Independen atau AJI, Asosiasi Media Siber Indonesia atau AMSI, dan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia atau MAFINDO, bersama 102 media.
Kegiatan pemeriksaan fakta ini sebelumnya juga sudah pernah dilakukan semasa pemilihan presiden dan kegiatan debat pemilihan presiden pada Februari 2024. Koalisi bertujuan menciptakan pemilu yang kredibel dan berintegritas.