Iran Sebut Serangan AS ke Khamenei Bisa Picu Perang Terbuka

Senin, 19/01/2026 11:15 WIB

Teheran, Jurnas.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengeluarkan peringatan keras terhadap potensi ancaman kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Ia menegaskan bahwa segala bentuk serangan terhadap Khamenei akan dipandang sebagai tindakan perang terbuka terhadap Iran.

Pernyataan tersebut disampaikan Pezeshkian pada Minggu (18/1) melalui unggahan di platform media sosial X, di tengah memanasnya tensi politik antara Teheran dan Washington.

Ketegangan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pernyataan kontroversial terkait kepemimpinan Iran.

"Setiap serangan terhadap pemimpin besar kami akan sama dengan perang habis-habisan terhadap bangsa Iran," tulis Pezeshkian.

Sikap tegas Presiden Iran itu muncul tak lama setelah Trump, dalam wawancara dengan Politico pada Sabtu (17/1), menyebut sudah “saatnya mencari kepemimpinan baru di Iran.” Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari pejabat tinggi Iran.

Selain menyoroti isu keamanan nasional, Pezeshkian juga menuding Amerika Serikat sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kondisi ekonomi negaranya. Ia menyebut tekanan ekonomi yang dialami rakyat Iran merupakan dampak dari kebijakan Washington.

Menurut Pezeshkian, “permusuhan yang telah berlangsung lama” serta “sanksi tidak manusiawi” yang dijatuhkan oleh AS dan sekutunya telah memperparah penderitaan masyarakat Iran.

Ketegangan ini semakin diperkeruh oleh pernyataan Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu, yang menyebut Trump sebagai seorang “penjahat” dan menudingnya bertanggung jawab atas korban jiwa serta kerusakan akibat kerusuhan dalam negeri Iran dalam beberapa waktu terakhir.

Hubungan Iran dan Amerika Serikat sendiri masih berada dalam fase konfrontatif sejak Trump kembali menjabat sebagai presiden. Kebijakan “tekanan maksimum” kembali diterapkan, disertai dengan perang pernyataan yang terus berlangsung antara kedua negara.

TERKINI
Sekjen Golkar Resmi Luncurkan Buku Kekuasaan Yang Menolong Hari Kartini 21 April 2026 Apakah Libur Nasional? Ini Penjelasan Resminya Legislator Golkar: Harga BBM Subsidi Tak Naik, Daya Beli Tetap Terjaga KPK Serahkan Barang Rampasan Senilai Rp3,52 Miliar ke Lemhannas