Kamis, 11/12/2025 16:11 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan Peta Jalan Hilirisasi Rempah 2025-2045 pada Rabu (10/12) kemarin. Adapun enam komoditas yang menjadi prioritas dalam peta jalan ini ialah pala, lada, cengkih, kayu manis, vanili, dan temulawak.
Peta jalan ini sekaligus menetapkan arah strategis pengembangan industri rempah melalui penguatan produksi, pemasaran dalam dan luar negeri, serta pembangunan ekosistem pemampu berbasis riset, inovasi, dan tata kelola yang inklusif.
"Peluncuran Peta Jalan Hilirisasi Rempah harus menjadi bagian dari perjalanan perdagangan kita. Sesungguhnya peta jalan perdagangan ini sudah ada sejak ratusan tahun lalu, fondasi yang dulu menjadikan negara-negara Eropa berjaya," kata Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, dalam keterangannya pada Kamis (11/12).
Menteri Rachmat menyebut bahwa kebangkitan rempah Indonesia harus berbasis nilai tambah. Apalagi, Indonesia dulunya pernah meraih kejayaan dengan sebutan Mother of Spices.
Komisi XI dan Bappenas Sepakati Penguatan Peran Inpres dalam APBN 2026
Pemerintah Tetapkan 19 Program Prioritas Percepatan Pembangunan Papua
Indonesia Bukukan Komitmen Investasi USD28,3 Miliar di Expo Osaka
"Namun kejayaan itu dulu justru menguntungkan negara lain. Kini kita menyiapkan cara baru, bukan hanya menjual rempah, tetapi menjual ekosistem yang memperkuat nilai tambahnya," ujar dia.
Penguatan industri kuliner Indonesia yang telah dilakukan oleh Kementerian Perdagangan dapat menjadi pintu masuk hilirisasi, sebagaimana dilakukan Vietnam, Thailand, dan Jepang melalui ekspansi jejaring restoran global. Nilai tambah inilah yang mendorong rempah Indonesia kembali menembus pasar dunia.
Penyusunan peta jalan dilakukan melalui kolaborasi antara Kementerian PPN/Bappenas, kementerian/lembaga terkait, asosiasi industri, pemerhati rempah, petani, pelaku usaha, akademisi, dan mitra pembangunan.
"Kolaborasi petani, pedagang, dan industri menjadi kunci optimalisasi potensi rempah. Berbagai inisiatif hilirisasi yang sudah berjalan akan disatukan dalam peta jalan ini sebagai dasar orkestrasi langkah bersama," kata Deputi Bidang Pangan, SDA, dan Lingkungan Hidup Leonardo A. A. Teguh Sambodo.