Jum'at, 05/12/2025 21:57 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengonsolidasikan posko bencana yang terdiri dari 28 perguruan tinggi dan 11 perguruan tinggi pendukung, dalam Program Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto menekankan komitmen pemerintah untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam penanganan bencana. Menteri Brian menjelaskan bahwa perguruan tinggi bukan hanya pusat ilmu pengetahuan, namun juga kekuatan kemanusiaan.
Dalam situasi darurat seperti yang terjadi di Sumatra, kehadiran akademisi, peneliti, dan mahasiswa di lapangan menjadi wujud nyata bahwa ilmu, teknologi, dan inovasi harus bekerja untuk masyarakat.
"Kami memastikan seluruh sumber daya perguruan tinggi bergerak cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran," kata Menteri Brian pada Jumat (5/12).
Pemulihan Sekolah Pascabencana Sumatra Tembus Rp1,2 Triliun
WHB Academy Berdayakan Tenaker Lokal Sumbang Korban Banjir Sumatra
Kemenkes Beri Layanan Kesehatan Gratis di Huntara Bencana Sumatra
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek, Khairul Munadi saat mengunjungi Posko Tanggap Darurat Bencana Universitas Syiah Kuala di Banda Aceh, Jumat (05/12), menyatakan Kemdiktisaintek dalam tanggap darurat, secara aktif berkoordinasi intensif dengan pihak pihak kampus di berbagai wilayah.
Hal tersebut dilakukan agar penyaluran bantuan tepat sasaran, dan termonitor dengan baik karena di setiap lokasi terdampak bencana juga ada kampus yang menyiapkan relawan dan bantuan.
"Seperti di Aceh ini, ada beberapa Posko bencana yang telah didirikan oleh kampus, seperti Universitas Syiah Kuala yang mendirikan Posko di Pidie, Bireun, dan Meulaboh," ujar Ditjen Khairul.
Menurut Dirjen Dikti, keberadaan Posko ini menjadi upaya agar dukungan dan aktivitas operasi tanggap darurat bencana dapat lebih optimal dan tepat sasaran, khususnya dalam membantu masyarakat di wilayah sekitarnya.
"Lokasi pembangunan posko serta penempatan relawan mulai tenaga medis, relawan logistik, dan dukungan teknis, akan disesuaikan dengan kebutuhan lapangan agar respon kemanusiaan dapat berlangsung lebih efisien, cepat, dan tepat sasaran," kata dia.
"Perluasan jaringan posko juga berorientasi pada pemetaan kebutuhan di wilayah terdampak lainnya. Ini penting agar akses bantuan lebih merata," dia menambahkan.
Lebih lanjut, Dirjen Dikti menyebut kunjungan ini dilakukan mewakili Kemdiktisaintek untuk berkoordinasi dengan perguruan tinggi di Aceh, guna memastikan bantuan tersalurkan dengan optimal.
"Penanganan bencana tidak mungkin dilakukan satu pihak. Kemdiktisaintek dalam hal ini bergerak bersama kampus untuk memastikan warga cepat tertolong," kata Dirjen Khairul.