Kamis, 13/11/2025 08:08 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Berjemur di bawah sinar matahari pagi kini kembali menjadi kebiasaan yang banyak dilakukan masyarakat. Aktivitas sederhana ini tidak hanya memberikan rasa hangat dan relaksasi, tetapi juga memiliki segudang manfaat kesehatan yang didukung oleh penelitian medis.
Sinar matahari pagi merupakan sumber alami vitamin D yang sangat penting bagi tubuh. Paparan sinar UVB membantu kulit memproduksi vitamin D, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, meningkatkan kekebalan tubuh, dan mendukung fungsi saraf.
Dokter gizi menyarankan masyarakat untuk berjemur antara pukul 07.00 hingga 09.00 pagi, selama 10–20 menit. Pada jam tersebut, sinar matahari masih lembut dan aman bagi kulit.
Vitamin D yang dihasilkan dari berjemur juga membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Tubuh yang mendapat cukup vitamin D lebih mampu melawan infeksi dan virus. Selain itu, sinar matahari dapat meningkatkan produksi hormon serotonin, yang membuat seseorang merasa lebih segar, bersemangat, dan berenergi sepanjang hari.
Catat Ya! Ini Enam Tanda Tubuhmu Kekurangan Vitamin C
6 Jenis Penyakit Kanker Tulang yang Paling Umum, Apa Saja?
7 Gejala Kanker Tulang yang Sering Diabaikan
Paparan cahaya alami di pagi hari membantu mengatur ritme sirkadian atau jam biologis tubuh. Dengan rutin berjemur, tubuh menjadi lebih mudah beradaptasi dengan pola tidur yang sehat, sehingga kualitas tidur malam pun meningkat.
Beberapa studi menunjukkan bahwa berjemur secara teratur dapat menurunkan tekanan darah dan mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, cahaya matahari juga dipercaya membantu mengurangi stres dan depresi ringan, karena memicu pelepasan endorfin — hormon kebahagiaan alami tubuh.
Meski banyak manfaatnya, berjemur tidak boleh berlebihan. Sinar matahari yang terlalu terik, terutama setelah pukul 10.00, bisa berisiko menyebabkan kerusakan kulit dan dehidrasi. Gunakan pelindung seperti topi atau kacamata hitam bila perlu, dan pastikan cukup minum air putih setelahnya.