Kamis, 18/09/2025 11:12 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus digunakan secara efektif, menjadi sumber daya yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, setiap rupiah dari APBN harus diprioritaskan untuk pemberdayaan rakyat, pengentasan kemiskinan hingga peningkatan kesejahteraan rakyat. Menko Muhaimin mengatakan dorongan ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kita ingin 3 ribuan triliun (APBN) tidak ada satu rupiah pun yang tidak berbasis pada (upaya) pemberdayaan masyarakat,” kata Menko Muhaimin dalam keterangan tertulis.
Hal tersebut disampaikan Menko Muhaimin dalam acara Aktivasi 1001 Titik Program Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kawasan Se-Nusantara di Kendal, Jawa Tengah, Rabu (17/9).
Terima ADB Indonesia, Mendes Ajak Kolaborasi Genjot Pemberdayaan Masyarakat
Menko PM Dorong UMKM dan Ekraf Jadi Kunci Tekan Kemiskinan Ekstrem
Menko PM Dorong Penguatan UMKM dan Ekraf, Targetkan 10 Juta Lapangan Kerja
Dalam kesempatan itu, Menko Muhaimin turut menyampaikan optimisme terhadap strategi stimulus ekonomi 8+4+5 yang digagas Presiden Prabowo.
“Insyaallah paket-paket yang kita jalankan dari negara, pemerintah ditambah dengan partisipasi, kolaborasi dan kebersamaan seperti ini akan mengatasi dengan cepat keadaan nasional kita,” kata Menko Muhaimin.
Adapun stimulus ekonomi 8+4+5 adalah upaya pemerintah untuk mempercepat kesejahteraan masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal itu dilakukan melalui 8 program akselerasi pada 2025, 4 program dilanjutkan di program 2026, dan 5 program penyerapan tenaga kerja.
Menko Muhaimin memastikan Kemenko PM akan bekerja keras untuk mengkoordinasikan stimulus ekonomi ini berjalan efektif untuk mengentaskan kemiskinan dan menyerap tenaga kerja.
Langkah ini diklaim sebagai respons strategis untuk mengatasi kemiskinan, meningkatkan produktivitas, dan menciptakan lapangan kerja berkelanjutan, terutama di desa-desa dan wilayah tertinggal.
Menurut Muhaimin, desa bukan hanya sasaran program, tetapi juga motor utama dalam pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyebut peran ekonomi desa sangat strategis, khususnya dalam hal penyediaan lapangan kerja, ketahanan pangan, hingga penanggulangan kemiskinan struktural.