Rabu, 13/11/2024 14:06 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Ace Hasan Syadzily mengatakan perubahan iklim saat ini telah menjadi salah satu isu global yang mendesak.
Menurutnya, Indonesia sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim.
Rapat dengan BKD Batal, Pembahasan RUU Pemilu Tertunda
Baleg DPR Setujui Pembentukan BSDI dalam RUU Satu Data Indonesia
Kemenhut Diminta Turun Tangan Atasi Penambangan Liar di Banten
"Indonesia sebagai negara kepulauan dengan keanekaragaman hayati yang tinggi dan populasi yang besar, sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim," kata Ace dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (13/11).
Adapun tantangan yang dihadapi Indonesia antara lain kenaikan permukaan air laut, perubahan pola curah hujan, peningkatan suhu, kerusakan ekosistem, dan ancaman ketahan pangan.
Meski demikian, kata Ace, perubahan iklim juga membuka peluang untuk membangun negara yang lebih berkelanjutan dan tangguh dengan mengambil langkah-langkah yang tepat.
Kendati begitu, untuk menghadapi tantangan perubahan iklim Imdonesia perlu melakukan berbagai upaya mitigasi dan adaptasi.
"Langkah mitigasi di antaranya mengurangi emoisi gas rumah kaca, melalui pengurangan penggunaan bahan bakar fosil, dan peningkatan penggunaan energi terbarukan, melindungi dan mrehabilitasi hutan, serta mendorong efisiensi energi," paparnya.
"Sedangkan langkah adaptasi yang perlu dilaksanakan adalah pembangunan infrastruktur yang tahan terhadap bencana, sistem peringatan dini untuk bencana alam, pengembangan pertanian yang tahan iklim, dan pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan," imbuhnya.