Minggu, 17/08/2025 11:01 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Dunia sepak bola kembali menghadirkan kisah inspiratif tentang arti kerja keras dan dedikasi. Kali ini datang dari bintang Paris Saint-Germain, Khvicha Kvaratskhelia, yang perjalanan kariernya dipenuhi perjuangan sebelum akhirnya menuai kesuksesan.
Dalam sebuah wawancara, Kvaratskhelia mengenang masa-masa awal yang penuh tantangan. Ia memutuskan merantau ke Rusia saat masih berusia 17 tahun.
“Saya pergi ke Rusia di umur yang masih sangat muda, sendirian,” kenangnya.
Hidup jauh dari keluarga membuatnya diliputi rasa kesepian, apalagi ia tinggal di pusat pelatihan tanpa teman.
Luis Enrique Puji Mentalitas PSG Usai Lolos ke Semifinal Liga Champions
Hasil Liga Champions: PSG Lolos ke Semifinal, Barcelona Tersingkir
Lima Gol Paling Bersejarah di Final Liga Champions
“Saya refleksi, bertanya pada diri saya, ‘untuk apa saya datang ke sini?’” tambahnya.
Namun, justru di tengah kesepian itu muncul motivasi terbesarnya, nama keluarganya yang tertera di punggung jersey.
“Maka saya harus kerja keras untuknya,” ucapnya penuh tekad.
Kvaratskhelia pun menjadikan setiap detik sebagai kesempatan untuk berlatih. Hampir seluruh waktunya ia habiskan di pusat pelatihan. Ia bahkan jarang pergi ke kota, karena hanya ingin fokus pada sepak bola.
“Kadang security datang seperti ketakutan, ‘siapa itu di lapangan?’ Ternyata saya, menggiring bola dalam bayangan,” kisahnya, menceritakan bagaimana ia berlatih di malam hari meski lapangan gelap tanpa lampu.
Dedikasi tanpa kenal lelah itu kini membuahkan hasil. Dari seorang remaja yang kesepian di Rusia, Kvaratskhelia menjelma menjadi salah satu pemain kunci di PSG. Kisahnya menjadi bukti nyata bahwa dengan ketekunan, pengorbanan, dan keyakinan, impian sebesar apa pun bisa diraih.