Kebangkitan Nasional bukan Sekedar Ritual Tahunan

Sabtu, 20/05/2017 15:08 WIB

Jakarta - Hari Kebangkitan Nasional yang jatuh setiap 20 Mei bukanlah sekedar ritual peringatan tahunan, namun lebih dari itu memberi pelajaran berharga tentang bagaimana menyikapi perbedaan dalam berbagai aspek kehidupan di alam demokrasi.

Demikian disampaikan Ketua DPR Setya Novanto, melaui rilisnya, Jakarta, Sabtu (20/5). Menurutnya, bagaimana perbedaan dengan tidak disikapi dengan sinisme apalagi kebencian. Perbedaan yang tidak dijawab dengan kekerasan ataupun intimidasi.

"Namun perbedaan yang dihadapi dengan keteduhan dan kesejukan atas dasar persamaan nasib sebagai anak bangsa yang sedang membutuhkan suasana kehidupan yang aman, tertib dan damai," kata Setnov.

Kata Setnov, hari Kebangkitan Nasional kembali mengingatkan kepada sebentuk perjuangan anak bangsa, founding fathers dan pelopor pergerakan perjuangan menuju perwujudan cita-cita kemerdekaan.

"Momentum ini begitu bersejarah dan menjadi salah satu tonggak penting bagi tegaknya nasionalisme sebagai bangsa yang satu, bangsa Indonesia," tegas Ketua Umum Partai Golkar itu.

Menurutnya, di tengah situasi sosial kemasyarakatan yang dapat terpecah dan terfragmentasi, atas dasar itulah memerlukan nilai-nilai nasionalisme yang terus terasah, terbina dan terkonsolidasi setiap saat.

"Kita membutuhkan peran para cerdik pandai, para alim dan ulama serta para kaum profesional yang senantiasa membangkitkan semangat dan harapan tentang Indonesia yang lebih baik di masa yang akan datang," katanya.

TERKINI
Mengenal Tiga Tokoh Pencetus Piala Dunia, Siapa Saja? Bukan Brasil, Ini Negara Pertama yang Menang Piala Dunia Kilas Balik Lahirnya Piala Dunia: Ini Sejarah dan Fakta Menariknya Mengapa 16 Juni Diperingati Hari Penyu Laut Sedunia? Ini Sejarahnya