Minggu, 20/10/2024 10:07 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dikabarkan tidak menghadiri pelantikan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden dalam Sidang Paripurna MPR RI.
Kendati demikian, Ketua DPP PDIP Deddy Sitorus menjamin ketidakhadiran Megawati bukan sinyal PDIP menjadi oposisi.
"Saya kira tidak (jadi oposisi)," kata Deddy Sitorus kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10).
Deddy mengatakan Megawati dalam kondisi kurang sehat. Dia menyebut pihaknya juga sudah berusaha agar Megawati bisa tetap hadir.
KPK Geledah Rumah Mewah Silmy Karim di Jakarta Selatan
Iran Tuntut AS Segera Cairkan 50 Persen Aset Miliknya
Ibas: Patriotisme Ekonomi Harus Dibangun di Atas Etika dan Kepercayaan
"Sejak awal kita sudah berusaha, Ibu Megawati sudah beberapa hari ini disuntik vitamin terus dan kalau Anda lihat kemarin di UI ibu masih batuk-batuk," ucap dia.
Deddy menjelaskan alasan Megawati tetap hadir di acara pemberian gelar doktor dari Universitas Indonesia untuk Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Deddy menyebut Megawati memaksakan diri karena utang budi.
"Karena Sekjen, Mas Hasto, ambil doktor atas perintah Ibu Megawati, jadi Ibu Mega merasakan terutang budi untuk hadir dalam sidang terbuka kemarin, jadi itu pemaksaan diri," jelasnya.
"DPR pelantikan proses cukup lama jadi kami memang mohon doa agar Ibu Mega bisa pulih kembali dan nanti mereka (Prabowo dan Megawati) mungkin ada waktu bersilaturahmi," lanjut dia.