DKT Indonesia dan IBI Dorong Penguatan Kompetensi Bidan

Kamis, 17/10/2024 22:06 WIB

Jakarta, Jurnas.com - DKT Indonesia melalui Program KB Andalan dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) mendorong penguatan kompetensi bidan. Pasalnya, bidan memainkan peranan penting di dalam masyarakat terkait layanan Keluarga Berencana, kesehatan reproduksi, hingga menjaga kesehatan ibu dan bayi.

Hal tersebut mengemuka dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan IBI 2024 di Jakarta pada Kamis (17/10), yang diikuti oleh sekitar 750 bidan dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini dibarengi dengan peluncuran kampanye nasional `Ayo ke Bidan, Ingat KB, Ingat Bidan`.

Ketua Umum PP IBI, Dr. Ade Jubaedah, mengatakan bahwa DKT dan IBI ingin memastikan setiap perempuan memiliki akses yang lebih mudah dan nyaman untuk mendapatkan layanan KB dan kesehatan reproduksi berkualitas.

"Menurut data Riskesdas 2018, 82 persen ibu meminta pelayanan bidan, mulai dari persalinan hingga kontrasepsi kepada bidan. Jadi memang luar biasa fungsi dan peran bidan dalam mengawal persalinan ibu," kata Ade kepada awak media.

"Bidan melayani dengan sepenuh hati. Bidan sangat dekat dengan perempuan dan menjadikan perempuan bukan sebagai objek namun subjek," dia menambahkan.

Karena itu, dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan kali ini, DKT Indonesia dan IBI mengundang berbagai pakar untuk memberikan peningkatan kompetensi dalam hal pelayanan dan perkembangan terkini.

"Kami juga memberikan penguatan profesi bidan. Apa yang kami berikan dalam keprofesian, karena bidan menjadikan perempuan sebagai subjek, kami selalu memfasilitasi bahwa antara bidan dan perempuan ada sharing power dan diberikan kesempatan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik," ujar dia.

Sementara itu, Head of Marketing DKT Indonesia, Cut Vellayati mengatakan 398.000 bidan yang tersebar di Indonesia bukan hanya tenaga kesehatan biasa, melainkan mitra perempuan dalam setiap tahap kehidupan, mulai dari merencanakan kehamilan, persalinan, hingga kontrasepsi.

Karena itu, bidan harus tetap mendapatkan dan mengetahui perkembangan terkini, termasuk akses kepada produk-produk kesehatan dan KB. Dengan demikian, diharapkan setiap perempuan yang ingin mendapatkan KB bisa melalui bidan.

"Kita ingin bidan relevan bagi semua generasi, apa saja kompetensi yang harus disupport dan kelebihan bidan yang intangible. Andalan akan selalu mensupport ibu-ibu bidan," kata Vellayati.

TERKINI
Lestari Moerdijat: Pemahaman Para Pendidik Kunci Penerapan Deep Learning Hingga Maret 2026, Neraca Perdagangan Surplus USD5,55 Miliar Senin Sore, Menko PM Ajak Menteri UMKM dan Menteri Ekraf Rapat di Blok M Anggota DPR: Penurunan Potongan Ojol Tak Boleh Sekadar Wacana