Pengembangan EBT di Indonesia Butuh Investasi US$ 15,9 Miliar

Kamis, 26/09/2024 17:35 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Eniya Listiani Dewi menyebut, EBT baru dimanfaatkan 0,3 persen dari total potensi energi yang ada.

“EBT kita saat ini baru dipakai 0,3 persen di antara 3,4 TeraWatt potensinya,” kata Eniya, Selasa, (24/9/2024).

Potensi EBT yang besar ini menurut Eniya seharusnya dapat digunakan sebaik mungkin untuk dapat menjaga ketahanan energi nasional serta memenuhi target pencapaian bauran EBT.

“Potensi dan pemanfaatan EBT menjadi perhatian dari pak Menteri ESDM yang selalu menanyakan berapa banyak EBT kita,” ujar Eniya.

Agar pemanfaatan EBT ini dapat direalisasikan secara lebih baik, perlu adanya investasi yang berkualitas.

Menurut Eniya, investasi di sektor energi terbarukan masih banyak ketinggalan dibanding sektor-sektor lainnya. Padahal hingga tahun 2030 saja, Eniya mengklaim membutuhkan investasi hingga US$ 15,9 miliar.

“Tentu saja saat ini untuk investasi kita memerlukan investasi US$ 15,9 miliar sampai dengan tahun 2030, ini yang masih banyak ketinggalan,” ujar Eniya.

TERKINI
IRGC Sebut Sanksi Ekonomi Justru Rugikan AS Dibanding Iran Korban Agresi Israel ke Palestina Terus Bertambah, Tembus 73.651 Orang Jamu Chelsea di Derbi London, Arsenal Bidik Rekor Baru Tak Cuma Anak Krakatau, Ini 7 Gunung Berapi Aktif dekat Jakarta