Minggu, 25/08/2024 14:32 WIB
Denpasar, Jurnas.com - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) periode 2024-2029, Abdul Muhaimin Iskandar, menyikapi dinamika di luar area Muktamar PKB di Nusa Dua, Bali pada 24-25 Agustus 2024.
Dia menduga ada pihak-pihak yang mencoba menganggu jalannya Muktamar yang telah berjalan baik, dengan mengirimkan sekelompok preman beridentitas PKB. Meski demikian, gangguan itu telah berhasil diamankan oleh gabungan aparat kepolisian dan pecalang.
"Kalau kalian orang baik, datanglah dengan baik-baik tanpa harus mengirim preman. Kalau kalian orang baik, jadilah orang gentle, tunjukkan muka kalian. Kalau kalian kader NU, jangan jadi kader NU yang pengecut," kata Muhaimin atau Gus Imin dalam penutupan Muktamar PKB 2024.
Gus Imin mengapresiasi kinerja aparat keamanan yang sigap mengamankan pelaksanaan Muktamar PKB. Dia juga berterima kasih atas peran raja-raja Bali yang turut menjaga keamanan tetap kondusif.
PKB Tegaskan Komitmen Kawal RUU PPRT hingga Jadi Undang-Undang
DPR: Gaji Guru Honorer 500 Ribu Per Bulan Bentuk Pelanggaran HAM
PKB Optimistis Prabowo Mampu Pimpin Pemulihan Bencana Sumatra
"Makanya kemarin ada preman berpakaian PKB ingin masuk merangsek ke sini, bukan kami yang menghadang, tapi pecalang-pecalang Bali. Alhamdulillah diatasi amat sangat cepat," ujar dia.
"PKB adalah kekuatan yang dijaga oleh konstitusi negara, yang menggganggu PKB berarti mengganggu konstitusi negara dan merusak independesi PKB berhadapan dengan institusi negara," dia menambahkan.
Gus Imin sekaligus menekankan bahwa PKB meski kelahirannya terkait dengan PBNU, namun partai berlambang bola dunia itu kini merupakan milik semua kelompok agama, suku, dan latar belakang.
"Semua menyatakan bahwa PKB harapan persatuan dan kesatuan Indonesia. PKB kekuatan pilar bangsa yang menjaga indonesia tetap damai, tetap tentram, tetap menjaga nilai-nilai luhur berbangsa dan bernegara," ujar dia.