Rabu, 03/07/2024 23:05 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) angkat bicara terkait peretasan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) 2. Presiden menegaskan pemerintah telah mengevaluasi semua masalah tersebut.
"Ya sudah kita evaluasi semuanya," ujar Presiden di Karawang New Industry City (KNIC), Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (3/7/2024).
Peretasan PDNS 2 telah dicarikan solusi agar tidak terjadi kembali.
"Yang paling penting semuanya harus dicarikan solusinya agar tidak terjadi lagi, di-back up semua data nasional kita sehingga kalau ada kejadian, kita tidak terkaget-kaget," ujar Presiden.
Heri Black Diperiksa, KPK Dalami Barang Bukti dari Rumah Semarang
Singgung Kasus Nadiem, Prof Romli Dorong Revisi Menyeluruh UU Tipikor
Kejagung Lelang 308 Aset Rampasan Negara di BPA Fair 2026
Presiden mengakui peretasan data bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan terjadi di negara-negara lain. "Ini juga terjadi di negara-negara lain, bukan hanya di Indonesia saja," imbuhnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Hadi Tjahjanto menyebut penyebab peretasan PDNS 2 telah diketahui. Pemerintah menargetkan layanan pulih pada Juli ini.
Hadi mengatakan salah satu penyebab peretasan PDNS 2 adalah penggunaan kata sandi yang terdeteksi. Untuk itu, ia menekankan pentingnya pengawasan agar hal serupa tak terulang kembali.
Keyword : Joko Widodo Pusat Data Nasional Peretasan