Rabu, 26/06/2024 19:33 WIB
Jakarta, Jurnas.com - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani belum pernah mendengar Presiden terpilih Prabowo Subianto menawarkan Anies Baswedan kursi menteri di pemerintahan mendatang.
Tetapi, menurutya, itu menjadi hak prerogatif Prabowo untuk mengangkat siapapun menjadi menterinya.
“Apakah Pak Prabowo juga akan mengangkat calon presiden yang berbeda dengan beliau sebagai Anies dan Ganjar yang punya hak prerogatif adalah beliau, saya belum pernah mendengar,” kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (26/6).
Parlemen Kampus 2026 Hidupkan Partisipasi Mahasiswa
Gabungan Ojol Gelar Syukuran, Adian: Perjuangan Turunkan Tarif Sudah Menang
Legislator PDIP Ingatkan Bahaya Tafsir Sepihak dalam Perpres Ekstremisme
Muzani mengatakan, presiden terpilih mengajak rivalnya bergabung menjadi menteri sudah pernah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Usai Pemilu 2019 lalu, Jokowi mengajak Prabowo menjadi menteri dan terus hingga kini.
“Itu sudah dicontohkan oleh Pak Jokowi di tahun 2019. Situasi politik bisa menjadi reda, politik bisa menjadi adem keguyuban kebersamaan kegotongroyongan kerukunan bisa tercipta,” katanya.
Muzani pun menjamin Prabowo terbuka mengajak siapapun menjadi menterinya. Prabowo adalah sosok yang selalu mencari persamaan untuk memperkuat kebersamaan.
“Beliau selalu mencari persamaan cara pandang yang bisa memperkuat persatuan kebersamaan kegotongroyongan meskipun pada pilihan politik yang berbeda. Karena itu beliau tidak punya halangan untuk mengangkat siapapun untuk menjadi itu,” kata Muzani.