Sejarah Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia Setiap 8 Mei

Jum'at, 08/05/2026 09:05 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 8 Mei, dunia memperingati Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia.

Peringatan ini menjadi momentum untuk menghormati jasa para relawan kemanusiaan yang selama ini terlibat dalam penanganan bencana, konflik, hingga layanan kesehatan di berbagai negara.

Tanggal 8 Mei dipilih karena bertepatan dengan hari kelahiran Henry Dunant, tokoh asal Swiss yang mendirikan Gerakan Palang Merah Internasional.

Henry Dunant lahir pada 8 Mei 1828 dan dikenal sebagai pelopor gerakan kemanusiaan modern setelah menyaksikan penderitaan korban perang Solferino di Italia pada 1859.

Pengalaman tersebut kemudian ia tuangkan dalam buku A Memory of Solferino yang menjadi awal lahirnya Komite Palang Merah Internasional atau International Committee of the Red Cross.

Melalui gagasannya, lahirlah organisasi kemanusiaan netral yang bertugas membantu korban perang tanpa membedakan suku, agama, maupun negara. Atas kontribusinya itu, Henry Dunant menerima Penghargaan Nobel Perdamaian pertama pada 1901.

Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia pertama kali diperingati secara resmi pada 1948.

Peringatan ini kemudian berkembang menjadi simbol solidaritas global terhadap nilai-nilai kemanusiaan, termasuk perlindungan bagi korban konflik bersenjata dan bencana alam.

Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah kini menjadi jaringan kemanusiaan terbesar di dunia dengan jutaan relawan yang tersebar di berbagai negara.

Organisasi tersebut bergerak dalam layanan donor darah, bantuan bencana, layanan kesehatan, pendidikan kemanusiaan, hingga dukungan bagi pengungsi dan korban konflik.

Setiap tahun, Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia juga mengusung tema berbeda. Pada 2026, tema yang diangkat adalah “United in Humanity” atau Bersatu dalam Kemanusiaan.

Tema ini menyoroti pentingnya solidaritas global dan kerja sama lintas negara dalam menghadapi berbagai krisis kemanusiaan.

Di Indonesia, peringatan ini biasanya diperingati oleh Palang Merah Indonesia melalui berbagai kegiatan sosial seperti donor darah, edukasi kebencanaan, hingga aksi kemanusiaan di berbagai daerah.

TERKINI
Inilah Dua Golongan yang Paling Menyesal di Akhirat Menikahi Janda Anak Satu, Apakah Wajib Menafkahi Anaknya? Menikahi Janda, Benarkah Ada Pahala dan Keutamaan Tersendiri? Mengapa Hari Janda Internasional Diperangati Setiap 23 Juni?