Ketum PDIP Kantongi 8 Nama Calon untuk Pilgub Jakarta

Senin, 13/05/2024 22:10 WIB

Jakarta, Jurnas.com - Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menyebutkan bahwa PDIP telah mengantongi 8 nama yang berpotensi maju di Pemilihan Gubernur Jakarta. Sekarang, nama-nama tersebut sudah di tangan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

“Terkait Pilgub Jakarta, nama-nama baru dijaring dan ini sangat dinamis. Sudah ada 8 nama dan nama-nama besar sudah ada di kantongnya bu Megawati,” ujar Hasto di Jakarta, Senin (13/5).

Dia lantas bicara terkait nama Politisi PDIP Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok. Dia menyebut Ahok cocok dilibatkan pada sekolah partai untuk para kepala daerah.

“Saat ini kami sedang merancang sekolah partai untuk kepala daerah. Di situ kami juga melibatkan Pak Ahok, Bu Risma, dan Pak Ganjar untuk merancang kurikulum agar menjadi praktek dari keberhasilan para kepala daerah PDIP,” ucap Hasto.

“Keberhasilan para kepala daerah PDIP ini bisa diterapkan ke yang lain. Surabaya misalnya itu paling cepat dalam mengatasi stunting, di Semarang city farming itu dikelola dengan baik. Itu semua dari kepala daerah,” imbuhnya.

Kemudian, Hasto juga memastikan PDIP tetap membuka peluang bekerja sama dengan parpol lain. Dia menyebut pihaknya sudah membagi tugas siapa yang harus berkoordinasi dengan masing-masing partai.

“Di Jakarta PDIP harus bekerjasama dengan parpol lain. Kami sudah membagi tugas siapa yang berkomunikasi dengan Gerindra, PAN, Golkar, dan lainnya,” terangnya.

Kemudian, Hasto juga bicara terkait nama Sri Mulyani yang belakangan mencuat di publik terkait Pilkada 2024. Dia menyebut Menteri Keuangan Republik Indonesia tersebut sudah berada pada level nasional dan dunia.

“Pengalaman-pengalaman Bu Srimul tentu saja harus menjadi bagian dari based practice yang kami pelajari. Untuk ditetapkan sebagai bagian dari kebijakan kepala daerah,” tandasnya.

 

TERKINI
Sekjen Golkar Resmi Luncurkan Buku Kekuasaan Yang Menolong Hari Kartini 21 April 2026 Apakah Libur Nasional? Ini Penjelasan Resminya Legislator Golkar: Harga BBM Subsidi Tak Naik, Daya Beli Tetap Terjaga KPK Serahkan Barang Rampasan Senilai Rp3,52 Miliar ke Lemhannas